Profesor, Jabatan, dan Bui

Masih belum hilang dari ingatan kita ketika beberapa guru besar -demikian kita gelari mereka atau bahasa mulia akademis nya adalah Profesor- di negeri yang indah ini “memilih” jalannya sendiri menuju bui. Adalah era reformasi yang menjadi saksi. Sebut saja nama Nazarudin, Rokhmin, dan beberapa nama lainnya. Pengadilan telah memastikan dan memutuskan mereka bersalah, apapun alasannya. Tidak kurang pula beberapa Doktor yang menjadi penggiat LSM atau lembaga yang membela masyarakat, juga kena batunya. Jalan pengabdian melalui perguruan tinggi ditinggalkan hanya untuk “mencicipi” enaknya birokrasi. “Sawang Si Nawang”, begitu kalimat bijak Jawa mengingatkan. Namun nasi telah jadi bubur. They all end up in jail!

Sekarang dunia dan masyarakat Indonesia, nyaris seluruh lapisan masyarakat seperti bermain tebak manggis. Apakah para orang-orang yang terlibat penyalahgunaan Triliunan Rupiah dana BLBI dan Yayasan akan juga divonis sesuai hukum berlaku. Beberapa teman saya di luar negeri sangat sering menanyakan status mereka, khususnya “Pendekar Di Sarang Penyamun” Profesor Anwar Nasution yang sekarang justru pada posisi sebagai Ketua BPK.

selengkapnya…….

———–

TUlisan terkait:

  1. Jabatan Rangkap benarkah sebuah dilema?
  2. Versi Portal IA-ITB (pdf)
  3. Dosen, Peneliti, dan Birokrat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: