Kasus Indosat, Cermin Penegakan hukum kita

Carut marut kondisi penegakan hukum di Indonesia sdh bukan barang baru lagi.

Setelah Indosat di ambil alih oleh pemerintah dari perusahaan swasta asing puluhan tahun silam, ia kemudian dilego di zaman Megawati dan kemudian menjadi PMA.

Animal behavior segelintir orang utk mengeduk keuntungan rupanya belum berhenti disana.

Di era reformasi, muncul lagi bentuk dan modus baru, yaitu Kriminalisasi Industri telekomunikasi.

Salah satunya adalah tuntutan kejagung yg tidak tanGgung tanggung bahwa terjadi kerugian negara Triliunan rupiah terkait PKS Isat dg IM2 yg melibatkan pemanfaatan spektrum frekuensi 3G.

Berikut adalah harapan banyak kalangan telekomunikasi, terkait pembacaan putusan hakim hari ini dalam kasus IM2, berikut adalah sebagian harapan pelaku industri telekomunikasi. Semoga terkabul, karena kebenaran itu memang nyata adanya.

“Kita semua berharap majelis hakim menolak dakwaan yg amat tidak layak. Karena amat tidak layak melibatkan diri dalam perdebatan ttg frekuensi dan jaringan seluler. Artinya, sungguh tidak pada tempatnya berdebat ttg frekuensi dan jaringan seluler di pengadilan tipikor yg mulia.

Dengan menolak dakwaan JPU yg tidak layak, majelis hakim tipikor akan berjasa besar mengajari JPU untuk taat azas dan bekerja profesional, tidak asal-asalan shg membebani majelis hakim dgn pekerjaan yg tidak bermanfaat dan akan mengajari masyarakat bahwa dakwaan tipikor belum tentu benar.
‎​

Majelis hakim akan tampak profesional di mata masyarakat dan Jaksa akan jelas tampak tidak profesional. Tapi bila pengadilan diteruskan, maka itu sama artinya bhw majelis hakim sependapat dgn pikiran salah JPU ttg frekuensi dan majelis hakim mendukung pengabaian UU-36 (dmn kemkominfo sbg penerima amanah).

Majelis hakim akan mengambil alih estafet dan memutihkan “kesalahan fatal” tim penyidik kejaksaan.
Itu sama artinya dengan penegakan hukum dgn mengabaikan (:merobohkan) hukum itu sendiri. Kami tidak ingin wibawa dan citra pengadilan tipikor akan dikorbankan sebagaimana keagungan kejaksaan agung yg dijatuhkan oleh perilaku oknum-nya sendiri.”

Jakarta, Valentine Day, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: