The WSIS 2015 is officially now opened.

Sepuluh tahun setelah dibuka di Tunisia, yang saya tidak ikuti, World Summit on Information Society kembali dibuka hari ini di gedung WIPO (World Intelectual Properti Organization) oleh sederetan pejabat terkait di organisasi internasional seperti ITU, Unesco, dan UN relevant organization juga berbagai CEO perusahaan ICT terkait dari berbagai penjuru dunia. SIngkat kata, WSIS 2015 kembali menjadi ajang internasional terbesar untuk membahas berbagai dampak dari ICT.

Setelah beberapa sambutan optimis dan ucapan terima kasih dari berbagai pihak, tampil Menteri ICT dan Digital Economy TUnisia H.E. Mr. Noaman Fehri. Dimulai ucapan terima kasih ia menyampaikan sambutan dan mengingatkan akan 17 goals dan 169 targets yang pernah dicanangkan di TUnis 10 tahun yang lalu. Tetapi dia juga mengingatkan digital gap yang mungkin saja menjadi semakin besar. Ia mengundang juga untuk datang ke Tunisia November 2015 yang akan datang. Pada bagian penutup juga ia mengingatkan hadirin akan anak2 kita yang sekarang bersekolah dan 10 tahun yang akan datang akan bekerja di lapangan kerja that is not exist yet, ya di lapangan kerja yang sekarang mungkin dalam proses penciptaan nya karena kemajuan ICT.

Juga hadir DR. John E. Davies, Vice PResiden World Ahead Program. John menyampaikan tentang programmnya yang mendorong partisipasi masyarakat, terutama di daerah rural, untuk memanfaatkan ICT untuk ekonomi dan lingkungan mereka seperti yang ada di Korala, India, juga di daerah2 terpencil di Mongolia dan Bangladesh. John juga mengingatkan kita semua yang hadir dalam ruangan untuk men”share” program apapun yang sedang kita kerjakan karena itu akan sangat berguna bagi masayarakat luas.

Dari civil society mendapat kehormatan Cyril Ritchie, President of Conference of Non-Governmental Organization (coNGO). Cyril mengingatkan peran dari NGO untuk terus secara berkesinambungan hand in hand dengan pemerintah maupun masyarakat dalam memajukan kesejahteraan manusia untuk masa depan. “I recall and echoe the public declaration…” dia menggaris bawahi.

Last but not least, dari pihak swasta, hadir Joseph Alhadeff dari Internationa Chamber of COmmerce Commisssion on the Digital Economy (ICC). Ia menekankan kepada peran ICC dalam merealisasikan  people-centered economy. Ia  menekanan juga akan peran IGF dimasa datang. Ia menekankan juga akan iklim investasi yang baik utk investasi dan juga regional development.

Acara pembukaan kemudian diserahkan  oleh Houlin Zhao, Secretary General ITU. Ia lalu mempersilakan si wanita molek dari Poland, Ms Magdalena Gaj, Presiden Office for Electronic Communication yang mengatakan technology tidaklah berarti jika tidak diarahkan untuk memberikan solusi dari berbagai masalah komplek dalam dunia kita sekarang ini. Sepuluh tahun terakhir, jumlah pengguna internet telah menjadi 3 kali lipat. Ia menegaskan, pelayanan telekomunikasi adalah pelayanan dasar, bukan lah barang mewah!! (jadi ingat teman Kemkeu yang masih ngotot mau memberikan PPNBM..). Magdalena mempertanyakan bagaimanakah bentuk masyarakat masa depan? “MobileSociety!”, karena itu kita harus mengantisipasinya dari sekarang. Ia menegaskan pula perlunya kolaborasi antara Unesco, Untad dan UNDP untuk memperhatikan kurikulum dan berbagai variabel yang harus diantisipasi proses pengembangannya. Karena semua itu sangat vital that WSIS target and objectives bisa dicapai.

Dalam beberapa pembicara kunci (key note) juga tampil berbagai pemibcara dari berbagai organisasi.  UPU menekankan financial inclusion and unbanked. Ia memberikan strategi bagaimana pos dapat memberikan akses kepada lapisan masyarakat tsb yang dikombinasikan dengan solusi ICT. Semoga postal services di Indonesia juga semakin maju.

Juga hadir Ms Elia Amstrong dari Department of Economics and Social Affairs (UNDESA). Elia mengignatkan resolusi ttg kemungkinan akan tantangan yang tidak mudah yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan ICT, termasuk digital gap, masih.

Tidak ketinggalan dari UN Office on Drugs and Crime (UNODC). Ms Loide Lungameni, she underlined taht ICT progress cannot be understated juga ia menegaskan bahwa 80% cybercrime are linked to ordinary crime. Scarry huuhhh.

To be continued…

_________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: