Marhaban Ya Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahiim.

Tahu kah anda sebenarnya arti kata marhaban? Dari pengajian subuh pagi ini khotib menjelaskan dengan sangat baik. Ada tiga arti utama: (1) hati yang lapang; (2) tempat memperbaiki yang rusak (bengkel) dan (3) selamat datang untuk tamu yang sangat istimewa.

Kaitannya dengan Ramadhan, pertama, kita harus dan sewajarnya gembira dan dengan hati yang lapang menyambut Ramadhan. Kita sudah seharusnya sebagai orang beriman menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ikhlas untuk selanjutnya memanfaatkan kesempatan yang ada dalam melaksanakan ibadah puasa serta ibadah sunat lainnya.

Selanjutnya, Ramadhan seyogyanya dimanfaatkan juga untuk memperbaiki berbagai “kerusakan” yang ada pada diri kita atau dari perbuatan kita. Bulan puasa ini sebaiknya dijadikan untuk memperbaiki tata cara ibadah kita seperti shalat yang belum khusyuk dan berbagai ibadah lainnya untuk disempurnakan. Bulan ramadhan sepatutnya dijadikan kesempatan untuk membuka dan memperbaiki hati, mental, dan niat kita dalam berkehidupan dunia dan akhirat.

Terakhir, tentu saja kata marhaban yang berbeda dari sekedar “ahlan wa sahlan” atau selamat datang/welcome. Ketika menyambut tamu Allah yang turun dari pesawat untuk melaksanakan haji, pemerintah Saudi menggunakan “hanya” kata welcome atau ahlan wa sahlan, tidak Marhaban. Jadi sesungguhnya, kata itu memang hanya digunakan untuk menyambut tamu istimewa, yaitu bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya. Ya, salah satu yang menyebabkan Ramadhan menjadi istimewa adalah diturunkannya mukjizat Nabi Muhammad SAW, yaitu alquran yang akan menjadi tuntunan bagi umat manusia.

Itulah arti kata “Marhaban”yang sering digunakan dan dipajang dimana-mana saat ini. Ucapan Marhaban ya Ramadhan kita temui memenuhi inbox atau pesan di sosmed kita seperti BBM, WA dan wall Facebook dan kicauan Twitter. Ia juga bisa disaksikan terpampang dengan banner besar di mesjid2, mall hingga hotel berbintang. SUngguh sayang kalau kita belum memahami artinya.

Lebih lanjut, selain diturunkannya ALQuran, Ramadhan adalah juga bulan diturunkannya rahmat dan ma’firah Allah yang tak berhingga. Ia juga menjadi bulan yang melipat gandakan berkali-kali lipat pahala dan ganjaran dari amal ibadah kita dan segal perbuatan baik yang dilaksanakan dengan niat tulus ikhlas mengharapkan RidhoNya. Bulan Ramadhan juga bulan istimewa yang menjadi bulan diturunkannya Lailatur Qadr yang setara dengan malam 1000 bulan dalam melaksanakan ibadah. Serta banyak keistimewaan lainnya.

Tidak hanya itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang segala doa akan dikabulkan ALlah. Doa2 akan diterima dan InsyaAllah akan diwujudkan ALlah untuk berbagai kebaikan umatnya. Masih teringat kan kita akan doa dari seorang nenek yang memiliki cucu yatim piatu dan mengalami sakit dan belum ada obatnya. Bagaimana ia dipertemukan dengan dokter yang juga baru saja berhasil mendapatkan obat atas sesuatu penyakit terbaru. Sang Nenek akhirnya di pertemukan dengan Dokter hanya karena berkat doanya yang dijabah Allah dan akhirnya bisa menyelamatkan sang cucu dengan perantara dokter tadi. Sungguh, untuk urusan doa, logika kita tidak semua bisa jalan normal. Hanya ALlah yang tahu dan berkuasa untuk melaksanakan segala sesuatu, meskipun menurut nalar manusia sudah tidak mungkin terjadi. (cerita dari berbagai sosmed dulu dan dari sang khotib).

Salah satu waktu terbaik yang sering kita lupakan untuk berdoa selama Ramadhan adalah WAKTU MENJELANG BERBUKA PUASA. Karena itu adalah waktu berdoa yang sangat sulit untuk ditolak Allah (wallahualam). Sungguh sudah seharusnya waktu menjelang buka puasa itu kita manfaatkan sebaik mungkin untuk memanjatkan doa2 kita dan alangkah lebih baik bila sebelumnya dimulai dengan berbagai amalan baik seperti membaca Quran.

Sungguh merugi jika kita justru memanfaatkan waktu menjelang buka puasa hanya dengan mengobrol menunggu beduk sambil melihat lawakan atau info di TV, bukan sebaliknya memanfaatkan untuk memanjatkan doa bagi kita, dan seluruh anggota keluarga, sanak saudara dan kaum muslimin/muslimat.

Semoga berguna, wassalammualaikum wrwb.

Ketika subuh sudah menjadi terang di Sawangan, Depok. 20 Juni 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: