Langgar dan Mushalla Jangan Dibiarkan Merana

….. Gelap subuh masih menggantung. Dinginnya udara pagi Banjarmasin yang cukup ekstrim antara siang dan malam, membuat leher saya terasa sejuk dan angin memaksa saya menarik dan menaikkan sweater untuk melawannya. Sambil berjalan mata saya mengawasi setiap rumah yang saya lewati. Gang itu sepi meski lampu penerangan cukup baik. Beberapa pojok rumah menyimpan gelap dan temaram. Syahdunya subuh di negeri Antasari terasa menambah arti di hari terakhir Ramadhan……

Selengkapnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: