Syukurlah akhirnya disuarakan oleh Wapres dan Pemerintah Indonesia..

Perbaiki Manajemen Haji

34 Anggota Jemaah RI Jadi Korban Musibah Mina

JAKARTA, KOMPAS — Musibah di Mina, Arab Saudi, dengan 769 korban, pekan lalu, hendaknya menjadi momen untuk memperbaiki manajemen penyelenggaraan haji. Selain mencegah peristiwa serupa terulang, pembenahan perlu untuk menjamin jemaah dapat beribadah dengan khusyuk dan aman.

Pemerintah Arab Saudi terus melakukan perbaikan infrastruktur untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah haji, seperti terlihat di Masjidil Haram, Minggu (27/9). Meski demikian, sejumlah pihak meminta Pemerintah Arab Saudi mau menerima masukan dari negara-negara asal jemaah haji untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah.
AFP/MOHAMMED AL-SHAIKHPemerintah Arab Saudi terus melakukan perbaikan infrastruktur untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah haji, seperti terlihat di Masjidil Haram, Minggu (27/9). Meski demikian, sejumlah pihak meminta Pemerintah Arab Saudi mau menerima masukan dari negara-negara asal jemaah haji untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2015 (1436 Hijriah) ini diwarnai beberapa insiden. Ambruknya mesin derek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, 12

September 2015, menyebabkan 111 anggota jemaah meninggal dan 331 orang luka-luka. Diantara mereka, terdapat 11 anggota jemaah asal Indonesia yang meninggal dan 42 orang luka-luka.

Pada puncak haji, Kamis (24/9), terjadi insiden saling desak yang menyebabkan 769 orang dari sejumlah negara meninggal, termasuk 34 orang (angka sementara) dari Indonesia, sebagaimana dilaporkan wartawanKompas,Rakaryan Sukarjaputra, dari Mekkah.

Peristiwa ini mengingatkan pada tragedi serupa sebelumnya. Dalam catatan LitbangKompas,sejak tahun 1975 sampai 2015, setidaknya terjadi 10 kali insiden di Mina. Total lebih dari 3.000 anggota jemaah meninggal dalam semua insiden itu.

Para pemangku kepentingan ibadah haji mendesak agar tragedi terakhir itu dijadikan momen untuk membenahi manajemen haji.

Jalin komunikasi aktif

Di tengah kunjungan kerjanya di Karawang, Jawa Barat, Minggu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, setelah penanganan korban musibah Mina usai, Pemerintah RI akan menjalin komunikasi aktif dengan Pemerintah Arab Saudi, termasuk membuka diskusi terkait penyebab musibah tersebut.

content

Wakil Presiden Jusuf Kalla, di sela-sela kunjungan di New York, Amerika Serikat, meminta Pemerintah Arab Saudi terus menerima masukan dari negara-negara yang warganya menjadi korban insiden Mina dan berbenah diri. Meskipun tiap tahun terus memperbaiki pengelolaan jemaah haji di Tanah Suci, Pemerintah Arab Saudi diminta lebih menyempurnakannya lagi.

Iran, dengan 155 anggota jemaah meninggal, mengecam keras Arab Saudi atas musibahMina. ”Arab Saudi seharusnya menerima tanggung jawab dan meminta maaf kepada Muslim dan keluarga para korban,”kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, seperti dikutip dalam laman pribadinya.

Berbicara di New York, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuding Iran mengeksploitasi musibah Mina untuk tujuan politik. ”Saya berharappara pemimpin Iran lebih bijaksana,” katanya sebelum bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Sabtu waktu setempat.

Pemerintah Arab Saudi sebenarnya terus memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji. Salah satunya, dibangun terowongan baru di jalur Terowongan Muasim untuk memperpendek jarak mencapai Jamarat. Area untuk melempar jumrah juga diperluas dan bertingkat dengan dilengkapi eskalator sehingga lebih nyaman bagi jemaah. Masjidil Haram juga diperluas serta dibangun jalur kereta api cepat dari Mekkah-Jeddah-Madinah.

”Alarm” perbaikan

Menurut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, berulangnya musibah di Mina menjadi ”alarm” bahwa sudah waktunya tata kelola haji diperbaiki. Itu mencakup sistem pengaturan, kapasitas petugas haji, dan kedisiplinan jemaah.

Pengaturan haji, misalnya, selama ini mengandalkan rambu-rambu di jalanan, tempatibadah, dan pemondokan. Initidak efektif karena jemaah berasal dari berbagai tingkat pendidikan dan kemampuan berbahasa berbeda. Di lokasi-lokasi rawan, seperti Arafah, Mina,dan Muzdalifah, diperlukan keterlibatan pengawas untuk memastikan jemaah tidak salah jalan.


AFP /MOHAMMED AL-SHAIKH

AFP /MOHAMMED AL-SHAIKH

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau Pemerintah Indonesia untuk menambah kualitas layanan kepada jemaah. ”Harus ada jaminan keselamatan dan kenyamanan untuk mereka,” ujarnya.

Ketua Tim Pengawas Haji Komisi VIII DPR Saleh P Daulay mengatakan, Pemerintah Arab Saudi harus terus meningkatkan langkah-langkah antisipatif menghadapi membeludaknya jemaah haji.

Pramono U Tanthowi, anggota jemaah haji asal Tangerang, Banten, mengeluhkan minimnya sarana komunikasi antara pengurus daerah kerja, sektor, dan ketua kelompok terbang (kloter). Ketua kloter tak memiliki sarana komunikasi dengan para anggotanya. Petugas Arab Saudihanya mengerti bahasa Arab sehingga jemaah sulit berkomunikasi. ”Bangun sistem komunikasi berbasis teknologi yang efisien,” katanya.

Fokus tangani korban

Di Mekkah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan masih fokus menangani korban meninggal dan luka dari Indonesia. ”Pada saatnya nanti (setelah semua tahapan proses haji selesai), Kemenag (Kementerian Agama) akan melakukan evaluasi komprehensif,” katanya.

Direktur Jenderal Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil menyetujui bahwa kedisiplinan semua pihak, baik Indonesia, Arab Saudi, maupun negara-negara lain, perlu ditingkatkan demi penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik.

Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia Slamet Effendy Yusuf mengatakan, pembenahan tata kelola haji bergantung pada keterbukaan Pemerintah Arab Saudi dan keaktifan negara-negara asal jemaah haji untuk mengusulkan perbaikan.

Hingga Minggu siang waktu Arab Saudi, Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi kembali mengidentifikasi 15 anggota jenazah jemaah asal Indonesia korban musibah Mina. Sebanyak 3 orang berasal dari Kloter BTH 14 (Batam), 9 orang dari JKS 61 (Jakarta-Bekasi), 2 orang dari Kloter SUB 48 (Surabaya), dan 1 orang dari Kloter UPG 10 (Makassar). Ditambah data sebelumnya, total 34 anggota jemaah Indonesia meninggal. Adapun jumlah jemaah yang hilang berkurang menjadi 90 orang. Mereka masih terus dicari oleh petugas haji.(NDY/HAR/DNE/IAM/B12/ESA/RAZ/DMU/AFP/REUTERS/SAM/RTS)


AFP /MOHAMMED AL-SHAIKH

content

content


AFP /MOHAMMED AL-SHAIKH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: