Program Sinergi Aksi

EKONOMI KERAKYATAN

15 April 2016

Presiden Joko Widodo, Senin (11/4), meluncurkan program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kini, Brebes resmi menjadi daerah percontohan program sinergi tersebut.

Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat merupakan salah satu bentuk implementasi kerja bareng pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), swasta, lembaga keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program itu bertujuan memberantas kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup pelaku usaha di pedesaan. Caranya dengan memberikan kesempatan bekerja dan berusaha yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan melalui akses keuangan dan teknologi.

Brebes dipilih karena merupakan daerah sentra pertanian, terutama bawang merah. Dari 1,7 juta penduduk Brebes, sekitar 70 persen bekerja pada sektor pertanian. Sektor itu menyumbang 53 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Brebes, yang 50 persen dari pertanian bawang merah. Bawang merah tersebar di 11 kecamatan di Brebes dengan luas panenan per tahun sekitar 25.000 hektar. Brebes merupakan pemasok 30 persen kebutuhan bawang merah nasional.

Di daerah itu banyak petani, peternak, dan nelayan yang terpinggirkan. Mereka kesulitan mengakses permodalan atau keuangan dari lembaga keuangan formal, tak punya daya tawar terhadap harga komoditas sendiri, dan tak memiliki tanah.

Oleh karena itu, program tersebut digarap mulai dari hulu sampai ke hilir. Kementerian Agraria dan Tata Ruang akan mempermudah sertifikasi kepemilikan tanah petani. Dengan begitu, petani bisa sewaktu-waktu menjadikan lahannya yang telah bersertifikat itu sebagai agunan. Sejumlah bank juga turut membantu proses sertifikasi tersebut.

Kementerian Pertanian akan memberikan benih dan mempermudah penyaluran pupuk. Pemerintah juga akan membangun gudang dengan teknologi pasca panen memadai, terutama gudang-gudang berpendingin.

BI meluncurkan pusat informasi harga pangan strategis dan melibatkan petani dalam pengendalian inflasi. Pengendalian inflasi karena bahan pangan, terutama bawang merah dan cabai, penyumbang inflasi tertinggi setiap tahun.

Sementara itu, OJK dan bank-bank milik pemerintah meluncurkan program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (laku pandai) dan kredit usaha rakyat (KUR). Melalui laku pandai, masyarakat kecil, khususnya petani, diharapkan memiliki tabungan. Adapun melalui KUR, masyarakat dapat meminjam uang untuk modal usaha dengan bunga 9 persen. Bahkan, khusus Bank Jateng, bunga KUR yang ditawarkan 7 persen.

Dari sisi pemasaran produk pertanian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Koperasi dan UMKM membuat aplikasi pemasaran. Mereka bekerja sama dengan swasta menghadirkan aplikasi limakilo.id.

Melalui aplikasi pembelian bawang merah itu, petani punya daya tawar atas komoditasnya dan pembeli tidak diombang-ambingkan gejolak harga. Artinya, harga di tingkat produsen hingga konsumen dapat terjaga stabil.

Kemendag juga mengembangkan Sistem Informasi Bawang Merah Brebes (SI BMB). SI BMB ini menyajikan berbagai informasi, seperti harga, stok, dan distribusi bawang merah yang ada di Brebes. Petani juga dapat memantau harga bawang di 10 pasar induk di Indonesia yang menjual bawang merah.

Program ini bagus karena memperhatikan pertumbuhan daerah berdasarkan karakteristik lokal. Semoga program itu tidak menjadi sinergi sesaat. Dampingi daerah tersebut sampai benar-benar berkembang, tidak ditinggal begitu saja. Butuh pemantauan dan evaluasi secara periodik. Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu ada alat ukur yang pas..

(HENDRIYO WIDI)

source: http://epaper1.kompas.com/kompas/books/160415kompas/index.html#/17/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: