Geliat Ekspor E-dagang

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia terus turun. Penurunan itu terjadi di semua sektor, terutama pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan. Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor pada Januari-Juni atau semester I-2016 sebesar 63,012 miliar dollar AS, turun 7,92 persen dibandingkan dengan semester II-2015.

Sektor pertanian turun 18,14 persen dari 1,710 miliar dollar AS pada semester I-2015 menjadi 1,4 miliar dollar AS pada semester I-2016. Ekspor di sektor industri pengolahan juga turun 4,73 persen dari 56,397 miliar dollar AS pada semester I-2015 menjadi 53,727 miliar dollar AS pada semester I-2016.

Bahkan sektor pertambangan mengalami penurunan terbesar, yaitu 23,64 persen dari 10,325 miliar dollar AS pada semester I-2015 menjadi 7,884 miliar dollar AS pada semester I-2016. Lemahnya permintaan global dan belum pulihnya harga komoditas andalan menjadi penyebab.

Pemerintah telah melakukan dua terobosan untuk mendongkrak ekspor. Pertama adalah menderegulasi kebijakan-kebijakan ekspor dan impor yang dinilai menghambat. Kebijakan itu disebut kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

Namun, kebijakan yang diarahkan untuk mendorong industri pengolahan meningkatkan ekspor itu belum optimal. Yang terjadi justru impor barang konsumsi semakin meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai impor barang konsumsi semester I-2016 sebesar 6,158 miliar dollar AS dan nilai impor semester I-2015 sebesar 4,422 miliar dollar AS. Peningkatan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan impor barang-barang yang menjadi indikator investasi dan geliat usaha.

Kedua, Kementerian Perdagangan membuat terobosan baru peningkatan ekspor melalui perdagangan secara elektronik (e-dagang). Salah satu upaya yang ditempuh adalah bekerja sama dengan raksasa e-dagang Tiongkok, Alibaba.com. Produk-produk yang ditawarkan dalam portal itu antara lain mainan, tas, kertas, aroma terapi, sepatu, botol, olahan hasil pertanian, makanan, dan minuman.

Di dalam portal Alibaba.com, produk Indonesia bisa didapat di jendela Indonesia Channel. Secara khusus, produk-produk itu juga bisa didapat di Inamall yang merupakan platform business to consumer (B2C) dari Tmall Global, anak Grup Alibaba, untuk produk yang belum masuk pasar ritel Tiongkok.

Dalam portal e-dagang itu, produk Indonesia juga bersaing dengan produk dari negara lain, antara lain Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Malaysia, misalnya, memasarkan produk makanan dan minuman, manufaktur dari karet, furnitur, serta konstruksi di sektor real estat. Sementara Vietnam menawarkan produk dari karet, tekstil, furnitur, dan panel surya.

Ragam produk itu sebenarnya lebih kurang sama. Artinya, persaingan di sektor e-dagang pun akan semakin ketat. Kendati begitu, sebagai salah satu terobosan, upaya tersebut bisa mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke depan.

Riset Brand & Marketing Institute menunjukkan, transaksi e-dagang global tahun 2020 diperkirakan 2,36 triliun dollar AS. Pada tahun ini, nilai transaksi bisnis itu diperkirakan menyentuh 1,56 triliun dollar AS atau naik daripada tahun sebelumnya sebesar 1,33 triliun dollar AS.

Riset tersebut juga memproyeksikan e-dagang global akan tumbuh 77 persen dalam empat tahun mendatang. Penggerak utama pasar e-dagang global itu adalah Tiongkok melalui Alibaba dan Amerika Serikat lewat jaringan Amazon.

Peluang e-dagang global cukup besar. Sama halnya dengan perdagangan konvensional, kompetisinya juga bakal ketat. Bank Dunia melihat, peran Indonesia dalam industri manufaktur dunia tidak banyak berubah dalam 15 tahun terakhir, yaitu sekitar 0,6 persen per tahun. Tinggal bagaimana Indonesia mampu atau tidak meningkatkan industri manufaktur dan ragam produk yang berbeda. (HENDRIYO WIDI)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Juli 2016, di halaman 17 dengan judul “Geliat Ekspor E-dagang”.

http://epaper1.kompas.com/kompas/books/160719kompas/#/17/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: