Perilaku Korupsi Tak Berubah

Tidak perlu diherankan selagi masalah mendasar tidak pernah disentuh dan serius diperbaiki. Kejadian yang sejenis akan terus berulang dan kita akan benar2 tinggal dilandasan. Sementara negara lain benar2 tinggal landas.

—————-

Komisi Pemberantasan Korupsi Tangkap Ketua DPD Irman Gusman

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap tangan pimpinan lembaga negara. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman ditangkap Sabtu (17/9) dini hari di Jakarta. Penangkapan Irman menunjukkan pemberantasan korupsi di Indonesia belum berdampak.

Barang  bukti uang Rp 100 juta  hasil operasi tangkap tangan  ditunjukkan pada konferensi pers disaksikan  Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) didampingi dua wakilnya, Laode Muhammad Syarif (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kiri), di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9).  KPK menetapkan Ketua DPR   Irman Gusman sebagai tersangka dugaan suap terkait pengurusan kuota gula impor. Dalam operasi Sabtu dini hari, Irman ditangkap bersama  XSS, Direktur Utama CV SW, dan istrinya, MMI, serta adik XSS, WS.
KOMPAS/LASTI KURNIABarang bukti uang Rp 100 juta hasil operasi tangkap tangan ditunjukkan pada konferensi pers disaksikan Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) didampingi dua wakilnya, Laode Muhammad Syarif (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kiri), di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9). KPK menetapkan Ketua DPR Irman Gusman sebagai tersangka dugaan suap terkait pengurusan kuota gula impor. Dalam operasi Sabtu dini hari, Irman ditangkap bersama XSS, Direktur Utama CV SW, dan istrinya, MMI, serta adik XSS, WS.

Peristiwa ini kian menunjukkan potret buruk pejabat yang mestinya dipercaya sebagai penyampai aspirasi rakyat. “Kasus ini menunjukkan, sampai hari ini tidak ada perubahan yang sangat signifikan di negara kita dalam hal perilaku korup,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di Yogyakarta.

Irman menjadi pimpinan lembaga negara kedua yang ditangkap KPK. Pada 2013, Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar juga ditangkap di rumah dinasnya seusai menerima uang 284.050 dollar Singapura dan 22.000 dollar Amerika Serikat untuk mengurus perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Akil juga diketahui mengurus sengketa Pilkada Lebak, Banten. Belakangan, Akil diketahui disuap untuk mengurus pemenangan pihak yang bersengketa dalam sejumlah pilkada di MK.

“Perlu reformasi ulang untuk memperbarui sistem dan budaya politik di negeri yang serba boleh ini. Perlu juga ada gerakan kolektif untuk menegakkan moral pejabat publik agar kejadian semacam ini tidak terjadi terus-menerus,” papar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Menurut Haedar, sistem dan budaya politik yang ada saat ini memberi banyak peluang penyalahgunaan kekuasaan. “Politisi jadi pengusaha, pengusaha jadi politisi. Konflik kepentingan menjadi makin tinggi dan leluasa,” ujar Haedar.

Di Bandung, Presiden Joko Widodo menunjukkan kekecewaannya setelah mengetahui ada lagi pejabat negara yang ditangkap KPK. Raut muka bahagia setelah membuka acara pemberian makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendadak berubah saat ditanya kabar tangkap tangan itu. Keningnya berkerut, mulutnya sedikit cemberut. Sebelum berbicara, ia menundukkan kepala dan menghela napas.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya kembali menegaskan, siapa pun untuk stop korupsi. Sekali lagi stop korupsi,” kata Presiden dengan nada meninggi.

Impor gula

KPK menangkap Irman bersama Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, istri Xaveriandy, yaitu Memi, dan adik Xaveriandy, yaitu Willy Sutanto. Penyidik KPK juga mengamankan uang Rp 100 juta yang dibungkus plastik berwarna putih.

Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah AM Fatwa datang ke KPK, Jakarta, Sabtu (17/9). Kedatangan AM Fatwa terkait dugaan tertangkapnya Ketua DPD Irman Gusman dalam operasi tangkap tangan KPK pada Sabtu (17/9) dini hari.

Kompas/Lasti Kurnia
Barang bukti uang Rp 100 juta ditunjukkan dalam konferensi pers  KPK di Jakarta, Sabtu (17/9).  KPK menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman sebagai tersangka atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. Dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu dini hari, Irman ditangkap bersama  XSS, Direktur Utama CV SW, dan istrinya yang berinisial MMI, juga WS yang merupakan adik XSS.

Kompas/Lasti Kurnia

Uang tersebut diduga merupakan suap dari Xaveriandy kepada Irman untuk pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog.

Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pimpinan KPK dan penyidik, Irman, Xaveriandy, dan Memi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap ini.

“Pemberian ini dimaksudkan agar Bapak IG (Irman Gusman) memberikan rekomendasi kepada Bulog supaya saudara XSS (Xaveriandy Sutanto) mendapatkan jatah untuk impor gula,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ketika jumpa pers.

Awalnya, KPK menangani perkara lain milik Xaveriandy, yaitu penangkapan 30 ton gula pasir tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Padang. Dalam perkara tersebut, KPK pun menetapkan Xaveriandy sebagai tersangka karena diduga memberi suap Rp 365 juta kepada Farizal, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumbar Yunelda mengatakan, sudah mendapat informasi terkait penangkapan Farizal. Dia membenarkan bahwa Farizal merupakan jaksa penuntut umum dalam sidang kasus dugaan peredaran gula tanpa label SNI di PN Padang.

“Jaksa ini bahkan berperan seperti penasihat hukum. Ia diketahui membuat eksepsi terdakwa dan mengatur saksi yang meringankan,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Lantaran hal ini, Xaveriandy dan Memi dikenai Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara itu, Irman dijerat Pasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor, begitu pula dengan Farizal.

Pukulan berat

Setelah tertangkapnya Irman, DPD langsung mengadakan rapat panitia musyawarah (panmus) yang dihadiri seluruh pimpinan DPD beserta sekitar 20 perwakilan pimpinan alat kelengkapan DPD. Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad mengatakan, kasus yang menimpa Irman adalah pukulan berat bagi DPD di tengah perjuangan DPD memperkuat kewenangan kelembagaan.

Ia menegaskan, kasus yang melibatkan Irman tidak berhubungan dengan institusi DPD dan kewenangannya. Sebab, DPD tidak berwenang mengurus anggaran nasional sebagaimana DPR. “Kemungkinan (kasus) seperti itu hampir tidak mungkin dihadapi semua anggota DPD. Kebetulan, Irman Gusman ini pebisnis sehingga relasinya banyak,” kata Farouk.

Wakil Ketua DPD GKR Hemas meminta maaf kepada daerah beserta rakyat yang diwakili oleh DPD atas tertangkapnya Irman. Kasus tersebut otomatis akan memengaruhi DPD dalam penggalangan dukungan untuk mengusulkan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 terkait penguatan kewenangan DPD.

Pekan depan, DPD akan merapatkan status kepemimpinannya sesuai mekanisme yang ada.

Penangkapan Irman menambah panjang daftar kasus korupsi anggota legislatif. Dalam periode 2014-2019, sudah tujuh anggota DPR ditangkap KPK dan ditetapkan sebagai tersangka akibat penyalahgunaan kewenangan legislatifnya. Namun, ini merupakan kali pertama anggota DPD ditangkap karena korupsi dan langsung menjerat ketua DPD.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, tertangkapnya Irman tidak akan memengaruhi citra lembaga tinggi negara, khususnya DPD. “Saya kira masalah perseorangan tidak bisa dilibatkan langsung ke lembaga itu,” kata Kalla kepada wartawan Kompas, Anita Yossihara, di sela-sela mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Venezuela.

Selain pimpinan lembaga tinggi negara, Irman, yang telah memimpin DPD sejak lembaga itu berdiri 12 tahun lalu, adalah pengusaha yang bergerak di sektor kehutanan. Selama ini, Irman dikenal sebagai sosok anti korupsi yang tegas mengkritik koruptor. Ia juga gigih menyuarakan penguatan kelembagaan KPK di tengah wacana revisi UU KPK dan konflik KPK vs Polri.

Irman bahkan pernah mengusulkan agar hukuman terhadap koruptor diperberat, jika perlu dihukum mati. Dalam berkali-kali kesempatan, Irman sering menyatakan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditoleransi karena membuat hancur peradaban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: