Seputar sambutan Presiden dan Wapres

image

Sambutan Jokowi semalam terasa cukup pas. Jokowi terlihat mampu mengendalikan dan menahan diri. Sebaliknya JK seperti biasa masih terpeleset kpd hal2 yg tidak perlu.

Semoga para penddukungnya berani menyampaikan perbaikan kpd para pemimpin kita. Bukan hanya menjilat dan memanfaatkan kedudukan utk kepentingan Pribadi dan keluarga/golongannya.

Majulah dan Sejahteralah Indonesia!

Seputar sambutan Presiden dan Wapres

image

Sambutan Jokowi semalam terasa cukup pas. Jokowi terlihat mampu mengendalikan dan menahan diri. Sebaliknya JK seperti biasa masih terpeleset kpd hal2 yg tidak perlu.

Semoga para penddukungnya berani menyampaikan perbaikan kpd para pemimpin kita. Bukan hanya menjilat dan memanfaatkan kedudukan utk kepentingan Pribadi dan keluarga/golongannya.

Majulah dan Sejahteralah Indonesia!

“Sepatu Bally” bung Hatta.

Renungan Kemerdekaan

Kisah nyata “Sepatu Bally bagi Wakil Presiden” : Teladan Kejujuran Proklamator Bung Hatta (1902-1980). Walau lahir dari keluarga berada, beliau berjiwa sederhana. Sebagai Pejabat, ia tidak terjun ke bisnis dan Menolak tawaran menjadi komisaris beberapa perusahaan besar setelah mengundurkan diri sebagai Wapres (1945-1956) : “Apa kata rakyat nanti” katanya. Ia juga pernah Menolak kenaikan Gaji sbg Wapres . Ia mampu membedakan mana Uang Negara dan mana Uang Pribadi, dgn mengembalikan sisa uang transportasi sepulang dari kunjungan resmi ke Eropa. Karena merasa bukan haknya, uang itu dikembalikan ke kas negara.

Suatu waktu, beliau kaget dg melonjaknya tagihan listrik, gas, air dan telepon di rumahnya. Untuk mengatasinya, Bung Hatta semakin rajin Menulis dan mengirimnya ke koran2 untuk menambah penghasilannya. Baginya, biarpun sedikit, yang penting diperoleh dg cara Halal. Betapa jujurnya terlihat dari kisah nyata keinginan Bung Hatta utk membeli Sepatu Bally, yg pd tahun 1950-an adalah merk sepatu mewah buatan Swiss yg mahal.

Bung Hatta yg ketika itu menjabat Wakil Presiden berniat membelinya. Ia menyimpan iklan di koran yg memuat alamat toko penjualnya. Caranya untuk mendapatkan sepatu idaman itu? Bukan dgn uang negara  dengan dalih fasilitas pejabat atau minta dibelikan pengusaha koneksinya. Tapi ia memilih dengan : Menabung sen demi sen. Tapi uang tabungan tak pernah cukup untuk membeli sepatu itu, karena selalu dipakai untuk membantu orang2 yg datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Akibatnya hingga akhir hayatnya, sepatu tak mampu terbeli.

Yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafatnya, guntingan iklan sepatu Bally itu masih tersimpan dengan baik. » Kejujuran yang melegenda ini menjadikannya sebagai Icon Pemberantasan korupsi dengan adanya  “Bung Hatta Anti Corruption Award “. Indonesia patut Bersyukur memiliki Pemimpin Amanah seperti beliau. Ya Tuhan kami, karuniakanlah “Sepatu Terbaik” bagi Bung Hatta di Surgamu. Amin

Kaos Kaki Sobek.

Dari rumah sebelah.

Warisan KAOS KAKI SOBEK. Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya…Beliau berwasiat: Anak-anaku…jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian “tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.  Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yg robek itu sesuai wasiat ayahnya. Akan tetapi pak modin menolaknya: “maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..”. Terjadi diskusi panas antara anak2 yg ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yg juga ustad yg melarangnya. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris. Beliau menyampaikan: “sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..”   Maka dibukalah surat wasiat alm milyader  buat anak2nya yg di titipkan kepada Notaris tersebut. Ini bunyinya: Anak-anaku pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah…lihatlah anak2ku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak..tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati. Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yg ikhlas. Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dg dunia yg sementara. Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Allah….Semoga mengingatkan kita…

Kualitas Nasi, jangan diabaikan.

image

 

Sebagai negara besar dengan sebagian besar penduduknya memakan nasi, maka sudah selayaknya rakyat dan pemerintah Indonesia khususnya membuat kebijakan yang mendorong untuk menkonsumsi nasi yang berasal dari beras yang berkualitas baik dan layak. Hari-hari ini kita menyaksikan alpanya perhatian tentang kualitas nasi yang dikonsumsi. Hari-hari ini kita menyaksikan betapa nafsu untuk mendapatkan untung yang besar dari pengusaha atau penjual, telah mengorbankan mutu beras yang dibeli untuk dagangan mereka. Ujung2 nya konsumen yang dirugikan, bukan hanya dari kenikmatan makan tetapi juga yang paling penting untuk kesehatan.

Mungkin anda masih ingat ketika saat2 awal sebuah restoran asli Indonesia milik seorang kenalan baik saya yang mengambil brand mirip dengan resto / bahasa Jepang. Ketika itu resto yang menampilkan berbagai menu pilihan bento (paket makan siang) dengan berbagai variasi ini terasa sangat khas, enak dan membuat kita kembali. Salah satu penyebabnya adalah kualitas nasi yang disajikan dalam keadaan panas2 itu sangatlah bagus, mirip dengan nasi putih yang kita makan di Jepang, misalnya di Tenya atau resto cepat saji lainnya. Namun sekarang terjadi penurunan, bukan hanya resto yang menyajikan bento ini. Nyaris seluruh resto di kota besar mengabaikan nasi yang disajikan. Hotel berbintang sekalipun demikian. Jika anda makan di restoran yang tergolong mahal sekalipun di mall atau pusat perbelanjaan yang besar, nasi yang disajikan nyaris kualitas seadanya. Tidak putih segar, tapi sering kekuningan.

BUkan mau promosi, salah satu resto atau rumah makan yang relatif masih mempertahankan kualitas nasinya yang saya lihat saat ini hanyalah restoran padang, diluar itu meski saya yakin masih ada, tetapi jumlahnya makin susut.

Karena itu berhati-hatilah dan pandai2lah memilih restoran tempat makan anda, gak ada salahnya melihat nasinya terlebih dahulu atau pakai trik pesan makanan yang bisa dikonsumsi bersama nasi atau staple food lainnya.

Sekedar torehan pena di hari weekend, semoga berguna.

Selamat berakhir pekan kawan.

 

Di depan resto Tenya, di salah satu sudut Tokyo.

Menu utama adalah nasi tempura, nasi sangat bagus kualitasnya (maklum petani disubsidi pemerintah)

Kualitas Nasi, jangan diabaikan.

image

Sebagai negara besar dengan sebagian besar penduduknya memakan nasi, Maka sudah

Kualitas Nasi, jangan diabaikan.

image

Sebagai negara besar dengan sebagian besar penduduknya memakan nasi, Maka sudah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.