Permen itu masih melekat di mulutku

.::pERMEN ITU MASIH TERASA DI MULUTKU

Seorang lelaki tua masuk rumah sakit disebabkan umurnya yang telah senja dan badannya melemah.

Setiap hari seorang pemuda datang mengunjunginya dan duduk setia di samping beliau.

Dia membantu lelaki tua itu baik memberinya makan atau mencuci pakaiannya.

Dia juga menemani lelaki tua tersebut sambil berbincang ringan di taman rumah sakit lalu membantunya kembali ke ruangan tempat lelaki tua beristirahat. 

Dia pula membantu beliau berbaring.
Sang pemuda pun pergi setelah beliau tenang beristirahat.

Masuklah seorang perawat untuk memberikan obat kepada lelaki tua itu sambil berkata:

“Masya Allah wahai paman, begitu mengagumkan apa yang dilakukan oleh anak anda kepada anda.
Amat langka di zaman ini seorang anak berbakti kepada orang tuanya.”

Lelaki tua itu memandang perawat tersebut sambil berkata di dalam hatinya:
“Dia mengira bahwa pemuda tadi adalah anakku”

Beliau pun berkata kepada perawat tersebut:

“Pemuda tadi bukanlah anakku seperti yang engkau duga. Dulu, dia seorang anak yatim di lingkungan tempat kami tinggal. Kala itu, aku melihatnya menangis di samping pintu masjid
setelah ayahnya meninggal.

Lalu aku membelikannya permen. Tangisannya pun terhenti sejak permen kuberikan.

Kini dia telah dewasa. Semenjak dia mengetahui keadaanku dan istriku yang sudah menua, dia mengajak istriku tinggal di rumahnya lalu membawaku ke rumah sakit ini untuk berobat.

Saat aku bertanya kepadanya:

“Wahai ananda, kenapa engkau membantuku seperti ini?”

Dia pun menjawab dengan penuh senyuman:
“Wahai paman, permen itu masih terasa di mulutku hingga detik ini.”

Subhanallahu… Allahu Akbar…

Jokowi, Zuckerberg, and broadband by Eddy Satriya

The Jakarta Post, 6 November 2014

Written by. Eddy Satriya (satriyaeddy@gmail.com)

October 2014 was a blessed month for Indonesia. It witnessed the transition period to a new president and new government to rule the nation, to carry on efforts so that Indonesia becomes a developed country by 2025 as stipulated in the MP3EI, the Master Plan for Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development.

Recently the media carried the news of a blusukan (impromptu visit) made by President Joko “Jokowi” Widodo and Mark Zuckerberg — CEO of Facebook. The visit signaled their shared hopes that Indonesia should use advances in information and communication technology (ICT) to boost its economy.

Their visit to Tanah Abang, the crowded Central Jakarta market in the heat of mid October reflected that the Internet will play a significant role in implementing Jokowi’s vision delivered in his presidential campaign this year. Citing “e-government”, among other things, Jokowi will also use the Internet to improve several basic public services and increase transparency in his new government.

Nowadays Indonesia has become among the most populous countries both in terms of population and also in the ownership of mobile telephones after China, India and the European Union. It is estimated that today Indonesia has about 300 million active mobile telephone numbers with over 120 percent penetration rate.

In addition Indonesians are among the most loyal users of Facebook and Twitter and any kind of brand new applications on social media such as Path, LINE and WhatsApp. Ten telecommunications operators and a couple of cable TV providers have successfully empowered and connected all Indonesian cities with affordable mobile Internet facilities. However in terms of using ICT for more productive economic activities, Indonesia still lags behind peer countries due to limitations in connection speed and local content.

Therefore, the launch of the Indonesia Broadband Plan (IBP) as stated in Presidential Regulation No. 96 /2014 in Jakarta on Oct. 15 marks an important milestone in Indonesia’s ICT history. The IBP sets the target of broadband deployment for a minimum speed of 2 megabits per second (Mbps) for fixed broadband and 1 Mbps for mobile broadband. Providing a high-speed Internet service will ensure people maximize the benefit of using ICT for their economic, educational, health and other activities. The IBP also details five priority areas i.e. e-government; e-education; e-health; e-logistics; and e-procurement until 2019.

In February this year in Barcelona, thousands of telecommunications CEOs and government officials listened as Zuckerberg unfolded the reason why he priced WhatsApp at US$19 billion, one of the biggest deals on earth for a start-up company. He said WhatsApp was a great fit for Facebook and he also valued the half-billion people connected to the application. Being connected and a networked economy have been the main reasons for Zuckerberg ‘s expansion of his business around the globe. It could be also one of the main reasons why he met our President Jokowi.

Jokowi successfully won over people when he declared a series of different ICT applications such as e-KTP or e-ID, e-procurement, e-education, etc. Moreover, he has also showed his concern for creative economic activities such as music, animation and entertainment. He further assured voters that he would increase the transparency of his governance by using different ICT applications.

So the rare event of the young billionaire Zuckerberg meeting the newly elected Indonesian president should be treated as a good signal for both sides. While the Facebook CEO expands his business, Jokowi could also draw benefits for the nation’s ICT ecosystem.

Indonesia has a big chance to improve its local ICT products, services, hardware and other equipment.

In July this year Indonesia launched the first Indonesian 4G/LTE hand set manufactured locally in Batam. Producing more local smartphones will definitely eliminate the need for imported products costing billions of rupiah. Last September in Brussels, witnessed by the Indonesian ambassador to Belgium, the Grand-Duchy of Luxembourg and the European Union, a German IT company signed a memorandum of understanding with a local company from Bandung to develop an open Base Transmission Receiver system.

Indonesia is blessed not only with its rich natural resources, but also its talented and brilliant human resources. Thousands of young Indonesians have already dedicated their life to helping ICT grow around the globe.

Many are behind high-quality animation films produced from Singapore to Hollywood. They are competing with millions of young talented people from China, India, and Eastern Europe in techno parks and in Silicon Valley for new world-class application’s.

Zuckerberg’s visit, Jokowi’s vision on ICT use, and the IBP should boost the local ICT industry and also the nation’s economy in the near future.

___________________

The writer is a senior infrastructure economist who graduated from the University of Connecticut, in the US. He is the deputy assistant of ICT and utility at the Office of the Coordinating Ecomomic Minister.

Jokowi, Zuckerberg and broadband _ The Jakarta Post6Nov2014

Info seputar pelantikan dan pesta rakyat

Mungkin ada yg memerlukan.

Info dari Istana di Jakarta :  acara Pelantikan  Jokowi-JK yang dihimpun pada hari Senin 20 Oktober 2014 :

10.00 WIB Jokowi-JK menghadiri sidang paripurna MPR
10.20 WIB Pengucapan Sumpah/Janji Presiden
10.25 WIB Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Presiden
10.45 WIB Pidato Presiden Terpilih
11.00 WIB Pidato penutupan, Doa dan Penutupan Sidang Paripurna MPR
11.10 WIB Acara Selesai dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan
11.15  WIB Jokowi-JK meninggalkan Gedung DPR/MPR menuju Bundaran HI.
11.30  WIB Jokowi-JK tiba di Bund HI  dan naik kereta kencana  untuk diarak hingga Istana
12.30 WIB Tiba di Istana disambut Presiden SBY. Dilanjutkan dengan upacara penyambutan, tur singkat keliling Istana, lalu pelepasan SBY keluar Istana.
15.00 WIB Jokowi-JK ikut pesta rakyat di Monas (dimeriahkan musik Slank)
17.00 WIB Jokowi-JK kembali masuk ke Istana
19.00 WIB Jokowi-JK kembali ke Monas untuk melepas 7.000 lampion
22.00 WIB Acara selesai

Pada saat diarak ke arah Istana selesai giat pelantikan , jalur Sudirman – Thamrin AKAN DITUTUP . Jumlah massa yg akan hadir kurang lebih 150.000 orang.

Catatan ;

- Sepanjang jalan Sudirman – Thamrin akan digelar MAKANAN/JAJANAN  gratis

Dear All,

Berikut rencana lalu lintas yang dilakukan sejak pagi hari Tanggal 20 Oktober 2014 (Senin) untuk pelantikan Presiden:

1. Arus lalu lintas dari Cawang menuju Slipi-Tomang-Grogol-Kalideres yang selama ini melalui jalur Arteri Jl Gatot Subroto, Jakarta depan gedung DPR/MPR akan dialihkan masuk melalui Gerbang Tol Tebet, Pancoran, atau Kuningan. Kendaraan kemudian keluar di off ramp Slipi Jaya dan seterusnya. Off ramp di depan resto Pulau Dua ditutup kecuali untuk undangan.

2. Arus lalu lintas dari arah Cawang, Blok M, Monas/Bundaran HI menuju Slipi-Tomang-Grogol/Kalideres yang selama ini lewat arteri Jl Gatot Subroto depan Gedung DPR/MPR RI dialihkan di depan Hotel Sultan, semua kendaraan masuk Gerbang Tol Senayan dan keluar off ramp Slipi Jaya dan seterusnya.

3. Angkutan umum atau kendaraan pribadi dari Lebak Bulus atau Ciledug yang melintas di depan kampus Universitas Mustopo Jl Hanglekir-Jl Asia Afrika yang menuju Slipi-Tomang-Grogol/Kalideres dialihkan melalui Kodim lama Jaksel diarahkan melalui Jl Pakubuwono-Jl Sisingamangaraja-Jl Jenderal Sudirman-Benhil belok kiri-Jl Penjernihan-Jl Pejompongan-Pospol Pejompongan-Depan Manggala Wanabkti-Slipi-dan seterusnya.

4. Arus lalu lintas dari pintu IX Senayan Jl Asia Afrika di TL Asia Afrika/TL Lap Tembak dialihkan melalui Jl Pintu I Senayan arah Jl Jenderal Sudirman dan seterusnya.

Mohon distribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan informasi ini….🙏

Suaranews: Wow.. Benarkah Negeri Saba Ternyata Terletak di Indonesia? Mari Lihat Analisanya!

Tidak ada salahnya membaca. Sekadar menambah pengetahuan.

http://www.suaranews.com/2014/08/wow-benarkah-negeri-saba-ternyata.html?m=1

Seputar sambutan Presiden dan Wapres

image

Sambutan Jokowi semalam terasa cukup pas. Jokowi terlihat mampu mengendalikan dan menahan diri. Sebaliknya JK seperti biasa masih terpeleset kpd hal2 yg tidak perlu.

Semoga para penddukungnya berani menyampaikan perbaikan kpd para pemimpin kita. Bukan hanya menjilat dan memanfaatkan kedudukan utk kepentingan Pribadi dan keluarga/golongannya.

Majulah dan Sejahteralah Indonesia!

Seputar sambutan Presiden dan Wapres

image

Sambutan Jokowi semalam terasa cukup pas. Jokowi terlihat mampu mengendalikan dan menahan diri. Sebaliknya JK seperti biasa masih terpeleset kpd hal2 yg tidak perlu.

Semoga para penddukungnya berani menyampaikan perbaikan kpd para pemimpin kita. Bukan hanya menjilat dan memanfaatkan kedudukan utk kepentingan Pribadi dan keluarga/golongannya.

Majulah dan Sejahteralah Indonesia!

“Sepatu Bally” bung Hatta.

Renungan Kemerdekaan

Kisah nyata “Sepatu Bally bagi Wakil Presiden” : Teladan Kejujuran Proklamator Bung Hatta (1902-1980). Walau lahir dari keluarga berada, beliau berjiwa sederhana. Sebagai Pejabat, ia tidak terjun ke bisnis dan Menolak tawaran menjadi komisaris beberapa perusahaan besar setelah mengundurkan diri sebagai Wapres (1945-1956) : “Apa kata rakyat nanti” katanya. Ia juga pernah Menolak kenaikan Gaji sbg Wapres . Ia mampu membedakan mana Uang Negara dan mana Uang Pribadi, dgn mengembalikan sisa uang transportasi sepulang dari kunjungan resmi ke Eropa. Karena merasa bukan haknya, uang itu dikembalikan ke kas negara.

Suatu waktu, beliau kaget dg melonjaknya tagihan listrik, gas, air dan telepon di rumahnya. Untuk mengatasinya, Bung Hatta semakin rajin Menulis dan mengirimnya ke koran2 untuk menambah penghasilannya. Baginya, biarpun sedikit, yang penting diperoleh dg cara Halal. Betapa jujurnya terlihat dari kisah nyata keinginan Bung Hatta utk membeli Sepatu Bally, yg pd tahun 1950-an adalah merk sepatu mewah buatan Swiss yg mahal.

Bung Hatta yg ketika itu menjabat Wakil Presiden berniat membelinya. Ia menyimpan iklan di koran yg memuat alamat toko penjualnya. Caranya untuk mendapatkan sepatu idaman itu? Bukan dgn uang negara  dengan dalih fasilitas pejabat atau minta dibelikan pengusaha koneksinya. Tapi ia memilih dengan : Menabung sen demi sen. Tapi uang tabungan tak pernah cukup untuk membeli sepatu itu, karena selalu dipakai untuk membantu orang2 yg datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Akibatnya hingga akhir hayatnya, sepatu tak mampu terbeli.

Yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafatnya, guntingan iklan sepatu Bally itu masih tersimpan dengan baik. » Kejujuran yang melegenda ini menjadikannya sebagai Icon Pemberantasan korupsi dengan adanya  “Bung Hatta Anti Corruption Award “. Indonesia patut Bersyukur memiliki Pemimpin Amanah seperti beliau. Ya Tuhan kami, karuniakanlah “Sepatu Terbaik” bagi Bung Hatta di Surgamu. Amin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.