TOP 12

Assalamualaikum wr wb

“MAUKAH ANDA MENJADI ORANG-ORANG YANG TERMASUK DUA BELAS GOLONGAN YANG DIDOAKAN MALAIKAT ?”

Alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat, mendapatkan pertolongan dan doannya. Inilah 12 golongan yang didoakan oleh malaikat. Semoga kita termasuk di dalamnya.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci” Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat” Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’.” (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)..

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam solat berjamaah “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan.” (Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf)” Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan ‘aamin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah”Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat “Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.'” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ‘asar secara berjama’ah” Para malaikat berkumpul pada saat solat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka ber kumpul lagi pada waktu solat ‘asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.'” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'” (HR Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak” Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil).'” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur” Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah”. (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit” Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.” (HR Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

—————————
Semoga bisa bermanfaat…

Lesson Learned.

A lesson to learn:

In 1923, nine of the wealthiest people in the world met at Chicago’s Edge Water Beach Hotel.

Their combined wealth, it is estimated, exceeded the wealth of the Government of the United States at that time. These men certainly knew how to make a living and accumulate wealth. Attending the meeting were the following men:

1. The president of the largest steel company,

2. The president of the largest utility company,

3. The president of the largest gas company,

4. The president of the New York Stock Exchange,

5. The president of the Bank of International Settlements,

6. The greatest wheat speculator,

7. The greatest bear on Wall Street,

8. The head of the World’s greatest monopoly &

9. A member of President Harding’s cabinet.

That’s a pretty impressive line-up of people by anyone’s yardstick.

Yet, 25 years later, where were those nine industrial giants?

Let’s examine what happened to them 25 years later.
1. The President of the then largest steel company (Bethlehem Steel Corp), Charles M Schwab, lived on borrowed capital for five years before he died bankrupt.

2. The President of the then largest gas company, Howard Hubson, went insane.

3. One of the greatest commodity traders (Wheat Speculator), Arthur Cutten, died insolvent.

4. The then President of the New York Stock Exchange, Richard Whitney, was sent to jail.

5. The member of the US President’s Cabinet (the member of President Harding’s cabinet), Albert Fall, was pardoned from jail just to be able to go home and die in peace.

6. The greatest “bear” on Wall Street, Jesse Livermore committed suicide.

7. The President of the then world’s greatest monopoly, Ivar Krueger, committed suicide.

8. The President of the Bank of International Settlement, Leon Fraser, committed Suicide.

9. The president of the largest utility company, Samuel Insull, died penniless.

What they forgot was how to “make” life while they got busy making money!

Money in itself is not evil; it provides food for the hungry, medicine for the sick, clothes for the needy. Money is only a medium of exchange.

We need two kinds of education:

a) One that teaches us how to make a living,

and

b) One that teaches us how to live.

There are many of us who are so engrossed in our professional life that we neglect our family, health and social responsibilities.

If asked why we do this, we would reply that “We are doing it for our family”.

Yet, our kids are sleeping when we leave home. They are sleeping when we come back home!! Twenty years later, we’ll turn back, and they’ll all be gone, to pursue their own dreams and their own lives.

Without water, a ship cannot move. The ship needs water, but if the water gets into the ship, the ship will face existential problems. What was once a means of living for the ship will now become a means of destruction.

Similarly we live in a time where earning is a necessity but let not the earning enter our hearts, for what was once a means of living will surely become a means of destruction for us as well.

So take a moment and ask yourself, “Has the water entered my ship?”
I hope not!

Hope the above story will drive all of us in a better direction in 2016.
   
    ”Alone I can ‘Say’ but
    together we can ‘talk’.

    ‘Alone I can ‘Enjoy’ but
     together we can
    ‘Celebrate’.
   
    ‘Alone I can ‘Smile’ but
    together we can ‘Laugh’.

    That’s the BEAUTY of
    Human Relations.

    We are nothing without
    each other
  
    Stay Connected!!

Kekuatan Doa

Adakah orang yang akan mendoakan kita?

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU.

Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan,

“Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.
Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia !”

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang … ”
kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya.

Dengan antusiasnya si pengusaha bertanya,

“Apakah besok pagi aku sudah pulih?
Pastilah banyak yang berdoa buataku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.”

Dengan lembut si Malaikat berkata,

“Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.”

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di
layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak
kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat,

“Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,

“Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik !
Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa.
Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,

“Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat,

“Ada beberapa yang berdoa buatmu. Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini.
Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah.”

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,

“Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.”

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang.
Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

“Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.”

“Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU.
Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.”

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia.
Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain…
Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Kronologis Teror Jakarta 14 Januari 2016

krono kompas

Sempat pusing kemaren mendengar seliweran berita. Mungkin gambar Kompas hari ini 15 Jan 2016 di atas bisa menjelaskan dengan baik.

 

 

Dunia sepanjang 2015 by Kompas

dunia 2015 kompas

Investasi: karier Pasca Pensiun

Oleh Elvyn G Masassya

Boleh jadi dahi Anda akan berkerut membaca judul tulisan ini. Bagaimana mungkin orang yang sudah pensiun masih memiliki karier? Kebanyakan orang beranggapan bahwa pensiun adalah tidak bekerja lagi, lalu menghabiskan masa tua dengan kegiatan-kegiatan keagamaan atau kegiatan sosial.

Tapi, tahukah Anda bahwa usia pensiun resmi di Indonesia adalah 56 tahun. Sementara tingkat usia hidup orang Indonesia saat ini rata-rata sudah mencapai 72 tahun. Jadi ada 16 tahun sisa usia yang mesti dijalani. Nah apakah selama 16 tahun itu cukup hanya melakukan kegiatan sosial dan keagamaan? Jawabnya bisa ya, jika memang secara finansial Anda telah masuk dalam kategori merdeka. Artinya, ketika memasuki usia pensiun, Anda telah memiliki aset produktif atau masih memiliki penghasilan tetap yang bisa dipakai untuk membiayai hidup, melalui program jaminan pensiun yang diikuti sejak masih berusia muda.

Namun, bagaimana dengan kalangan yang ketika masih usia bekerja saja penghasilannya pas-pasan. Apa yang akan terjadi jika yang bersangkutan harus mengakhiri masa kerjanya di perusahaan tersebut karena sudah memasuki usia 56 tahun. Padahal, secara finansial belum masuk dalam kategori financial freedom. Solusinya cuma satu, yakni menyiapkan karier kedua setelah pensiun.

Sebenarnya dari sudut pandang yang lain, tidak pernah ada usia pensiun. Yang ada adalah berganti kegiatan. Patokan usia pensiun itu hanyalah formalitas yang diberlakukan di sejumlah perusahaan, dalam kacamata usia produktif. Namun, dalam realitasnya, dengan tingkat usia hidup yang lebih lama, usia produktif itu juga bisa lebih lama. Di belahan Eropa sana, seseorang baru memasuki usia pensiun tatkala berusia 68 tahun. Bahkan di beberapa negara bisa mencapai 70 tahun, dengan tingkat usia hidup mencapai 80 tahun.

“Passion”

Ketika seseorang mulai bekerja, pekerjaan tersebut menghasilkan pendapatan. Apakah pekerjaan tersebut disukai? Bisa ya dan bisa pula tidak. Bagi generasi milenium saat ini, umumnya mereka melakukan pekerjaan yang mereka sukai, sesuai dengan hasrat jiwa atau passion mereka. Tapi, bagi generasi yang lahir pada tahun 1950/1960/1970-an, bekerja belum tentu sesuai dengan passion, melainkan karena mereka diterima bekerja dan kemudian berjalan terus hingga saat ini. Hanya sedikit yang berani berpindah pekerjaan. Kebanyakan terjebak dalam comfort zone. Menikmati yang ada tanpa berani mengambil risiko mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan bakat dan talenta atau keinginannya. Dan tahu-tahu sudah memasuki usia pensiun.

Nah, bagi kalangan yang seperti ini, memang ada yang beruntung. Menyiapkan hari tua dengan baik. Namun, lebih banyak lagi yang ketika memasuki usia pensiun belum cukup kaya. Dus, oleh karena itu, solusinya sekali lagi adalah mulai membangun karier baru setelah pensiun. Dan karier itu sejatinya mesti disesuaikan dengan passion atau bakat lain yang tersembunyi yang selama puluhan tahun terpendam tanpa bisa dieksplorasi. Bagaimana konkretnya?

Umpamakan usia Anda saat ini 50-an tahun, berarti masa kerja “formal” Anda tinggal 6 tahun lagi. Sembari menunggu selesainya masa bakti formal itu, Anda harus mulai berpikir untuk menyiapkan kegiatan lain yang akan Anda jalankan setelah pensiun. Kegiatan seperti apa? Cek diri Anda. Selama ini Anda memiliki minat terhadap apa? Mungkin Anda penggemar makanan. Mungkin Anda menggemari seni. Mungkin Anda menggemari olahraga. Semua kegemaran tersebut, hakikatnya bisa menjadi modal awal untuk membangun karier kedua.

Bagi penggemar makanan, pertimbangkan untuk memulai bisnis makanan, apakah sebagai pemasok atau pedagang, dengan membuka warung dan/atau restoran. Demikian pula bagi Anda yang memiliki kesukaan di bidang lain. Di bidang apa pun, saat ini terbuka beragam peluang untuk melakukan kegiatan yang disukai yang bisa menjadi bisnis dan memiliki manfaat ekonomis.

Bahkan, bagi Anda yang mungkin memang sejak lama memiliki bakat bisnis, malah ada peluang lain yang bisa dipertimbangkan. Apa itu? Belakangan ini cukup banyak perusahaan yang menerapkan program golden shake hand(GSH) atau pemutusan hubungan kerja secara sukarela dengan aneka alasan. Biasanya, karyawan yang mengambil program GSH akan mendapatkan kompensasi cukup besar, yang jika dimanfaatkan dengan baik, dapat menjadi modal kerja menjalankan kegiatan bisnis baru. Nah, jika Anda merasa, dalam enam tahun ke depan karier Anda tidak akan meningkat, kenapa tidak mempertimbangkan untuk ikut serta dalam program GSH tersebut.

Mungkin sebagian dari Anda ada resistan terhadap pemikiran di atas, dengan alasan bahwa Anda tidak memiliki bakat apa pun. Coba cek tabungan Anda, apakah mencukupi dibandingkan dengan kebutuhan finansial Anda setelah pensiun? Atau apakah Anda yakin akan merasa bahagia dengan tidak melakukan apa pun setelah tidak bekerja lagi? Banyak contoh di sekitar kita, pensiunan yang mati muda, di bawah rata-rata usia hidup kebanyakan orang. Kenapa? Karena mengalami stres yang bahkan jauh lebih berat ketimbang ketika masih bekerja. Merasa rendah diri, merasa tidak berguna, merasa dikucilkan, dan lain sebagainya. Dan ironisnya, mereka tidak mau keluar daristress zone tersebut, setelah sekian puluh tahun berada di comfort zone.

Jadi, menyiapkan karier baru setelah pensiun sebenarnya bukan sekadar untuk bisa tetap hidup layak dan memiliki dukungan finansial, tetapi agar tetap bisa menjalani hidup dengan normal, sama seperti ketika masih berusia muda.

Kesimpulan, menyiapkan karier kedua setelah pensiun bukanlah hal yang mengada-ada. Anda bisa melakukannya ketika memasuki usia pensiun resmi dan/atau mulai menyiapkannya sejak sebelum usia pensiun resmi itu tiba. Gunakan tabungan yang ada sebagai modal awal. Jika tidak memiliki tabungan yang cukup, toh Anda memiliki teman-teman yang selama puluhan tahun sudah bersama-sama mengarungi hidup yang bisa Anda ajak untuk memulai suatu kegiatan baru bersama-sama, atau Anda ikut serta dalam kegiatan bisnis teman-teman Anda tersebut. Selamat mencoba.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 November 2015, di halaman 11 dengan judul “Investasi: karier Pasca Pensiun”.

Dafatar negara bebas visa bagi pemegang paspor dinas

NO. NEGARA MASA TINGGAL BEBAS VISA
1 Austria 30 Hari
2 Azerbaijan 30 Hari
3 Brazil 14 – 30 Hari
4 Bulgaria 30 Hari
5 Ekuador 14 – 30 Hari
6 India 30 Hari
7 Iran 14 – 30 Hari
8 Kamboja 14 Hari
9 Korea Utara 14 Hari
10 Korea Selatan 14 Hari
11 Kroasia 14 Hari
12 Kuba 14 Hari
13 Laos 14 Hari
14 Mongolia 14 Hari
15 Myanmar 14 Hari
16 Paraguay 14 Hari
17 Peru 14 Hari
18 China 14 Hari
19 Rusia 14 – 90 Hari
20 Serbia Perjanjian Bebas Visa (PBV) antra Indonesia dan Serbia berakhir pada tanggal 27 Juli 2014. Sebelum diberlakukannya kembali PBV yang baru, masing – masing pihak akan memberikan visa kepada pemegang paspor diplomatic dan dinas dalam waktu yang sesingkat mungkin, sesuai permintaan pemberian visa yang disampaikan melalui nota diplomatic.
21 Turki 14 Hari
22 Tunisia 30 – 60 Hari
23 Thailand 30 Hari
24 Vietnam 14 Hari
25 Slovakia 30 Hari
26 Sri Lanka 30 Hari
27 Swiss 30 Hari
28 Slovenia 30 Hari
29 Belarus 30 Hari
30 Bosnia – Herzegovina 30 Hari
31 Suriname 30 Hari
32 Argentina 30 Hari
33 Pakistan 30 Hari
34 Makedonia (Macedonia) 30 Hari
35 Persatuan Emirat Arab 60 Hari
36 Kazakhstan 30 Hari
37 Portugal 30 Hari
38 Bangladesh 30 Hari
39 Kyrgyzstan 30 Hari
40 Hongaria 30 Hari
41 Afghanistan 30 Hari
42 Kolombia 30 Hari
43 Venezuela 30 Hari
44 Polandia 30 Hari
45 Perancis 30 Hari
46 Timor Leste 30 Hari
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.