Masih Raja Salman

Menurutku ini cukup masuk akal. Terserah anda, jika beda pendapat.
Wassalam.

——-

​AKHIRNYA TERJAWAB MOTIF KUNJUNGAN RAJA SALMAN.

(Copas tulisan Saudaraku Usman Bin Muslimin)

Sekedar info akhirnya selama ini pertanyaan dalam hatiku terjawab.. 

Kenapa kunjungan Raja Salman di Indonesia terlalu memamerkan kemewahan, harta, dll, bukan kah ISLAM TIDAK MENGAJARKAN DEMIKIAN?

Padahal kunjungan di Malaysia Raja Salman tidak pamerkan harta, kemewahan dll..

Tanda tanya besar dalam hati? 

Sebab saya salah satu orang yang kritis terhadap hal seperti ini dan saya ANTI CINTA BUTA, (saya tidak cinta atau kagum begitu saja sebelum tau siapa orang tsb).

Kenapa?

Sebab beliau tahu kejadian atau masalah2 umat ISLAM di Indonesia.

Semua itu beliau lakukan dengan maksud untuk membangun opini para elite2 bangsa bahwasanya 

*ISLAM TIDAK SEHINA YANG KALIAN PIKIR, 

ISLAM TIDAK SEMISKIN YANG KAU BAYANGKAN, 

ISLAM BUKAN ANCAMAN, DAN 

ARAB BUKAN KAUM KELAS BAWAH SEPERTI YANG MEREKA SERING SEBUT.. (KAUM ONTA BERDASTER, KAUM SUMBU PENDEK, KAUM BUMI DATAR. DLL)*

Timbul lagi tanda tanya besar dalam hatiku ATAS KUNJUNGAN DESTINASI RAJA SALMAN DI BALI?. 

Sebab seperti sebelumnya saya katakan saya orang yang anti CINTA BUTA kenapa mesti ber tamasya di Bali yang notabenenya banyak paha2 dan belahan dada terhambur disana?. Kenapa tidak di Aceh yang di beri gelar serambi Mekkah? 

Apa maksudnya ini?. 

APA RAJA SALMAN MAU MELIHAT CEWEK2 SEPARUH TELANJANG YANG MEMANG JARANG DI JUMPAI DI ARAB SAUDI?. 

Ternyata alasannya luar biasa.. jadi mulai kagum saya sama King Salman, Alasannya sebagai berikut:

Raja Salman dan rombongan besarnya ke Bali pada hari Jumat dan harus sholat Jumat dimesjid Bali, karna selama ini warga Bali yang mayoritas non muslim melarang mesjid2 supaya tidak mengeraskan suara adzan.. dan atas kunjungan Raja Salman, maka Bali pun terpaksa harus berbenah diri dan merelakan dirinya utk berubah dan menerima suara adzan..

Jika Bali mempersulit mereka sholat Jumat maka habis lah image Bali dimata dunia..

Itulah alasan kenapa beliau memilih Bali..

Catat!!! 

Manusia harus kritis, pantang terhadap TAQLID / CINTA BUTA..

E-KTP and the gangs.

syukur alhamdulillah sdh ada titik terang. E-KTP aslinya adalah flagship program DETIKNAS di era pak SBY. Baru tahap awal sdh ditarik dan dikendalikan lgsg oleh kemendag ridwan hingga jadi bancakan. Inilah akibat ketidakadilan visi digital dan nafsu korupsi yg berlebihan.

—–

Berikut para pihak yang disebut jaksa KPK menerima aliran dana proyek e-KTP dalam surat dakwaan:

1. Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta

2. Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta

3. Drajat Wisnu Setyaan USD 615 ribu dan Rp 25 juta

4. 6 orang anggota panitia lelang masing-masing USD 50 ribu

5. Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta

6. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta

7. Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta

8. Olly Dondokambey USD 1,2 juta

9. Tamsil Lindrung USD 700 ribu

10. Mirwan Amir USD 1,2 juta

11. Arief Wibowo USD 108 ribu

12. Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar

13. Ganjar Pranowo USD 520 ribu

14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta

15. Mustoko Weni USD 408 ribu

16. Ignatius Mulyono USD 258 ribu

17. Taufik Effendi USD 103 ribu

18. Teguh Djuwarno USD 167 ribu

19. Miryam S Haryani USD 23 ribu

20. Rindoko, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR masing-masing USD 37 ribu

21. Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu

22. Yasonna Laoly USD 84 ribu

23. Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu

24. M Jafar Hapsah USD 100 ribu

25. Ade Komarudin USD 100 ribu

26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1 miliar

27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar

28. Marzuki Ali Rp 20 miliar

29. Johanes Marliem USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892

30. 37 anggota Komisi II lainnya seluruhnya berjumlah USD 556 ribu, masing-masing mendapatkan uang berkisar antara USD 13 ribu sampai dengan USD 18 ribu

31. Beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing Rp 60 juta

32. Manajemen bersama konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260

33. Perum PNRI Rp 107.710.849.102

34. PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022

35. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122

36. PT LEN Industri Rp 20.925.163.862

37. PT Sucofindo Rp 8.231.289.362

38. PT Quadra Solution Rp 127.320.213.798,36

Bila Pendidik Berpolitik Praktis

Tulisan ini jelas menonjok profesi pendidik (guru dan dosen) yang dengan gampang berbelok arah hanya karena berbagai faktor, katakanlah materi dan popularitas di panggung politik. Arahnya jelas menunjuk hidung salah satu peserta dalam pilkada di ibukota yang dengan gebrakan hebat mau mengajar Indonesia, tapi terlihat benang merah nya hari ini. Saya sangat setuju, terlepas siapapun itu yang disasar, semoga menjadi renungan bersama.

Hal ini sudah pernah saya tulis juga pada tahun 2003 dengan judul, “Dosen, Peneliti dan Birokrat”yang diterbitkan dalam harian Sinar Harapan 11 Januari 2003.

Semoga berguna.

—–

SIDHARTA SUSILA 6 Maret 2017, KOmpas

Berpolitik adalah hak. Tetapi tidak semua hak, termasuk hak berpolitik praktis, harus didapatkan. Lebih-lebih bagi pendidik bila karenanya berpotensi mengganggu martabat dan keselamatan jiwa.

Pendidik adalah lentera kehidupan. Ia pencerah kehidupan. Lentera itu menerangi siapa dan apa saja. Ia memberikan diri dan mencerahkan yang lain tanpa memihak dan bersyarat. Lentera tak mengenal sekat. Juga tidak membuat sekat. Tidak memisahkan, apalagi memecah belah.

Pemberian dirinya tulus dan ikhlas. Itulah sebabnya guru diyakini sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Kebahagiaan dan kebermaknaan seorang pendidik bukan karena mendapatkan, memiliki, menguasai, apalagi mengeksploitasi; tetapi memberdayakan dan membebaskan anak didik atau siapa saja yang dilayaninya. Kompetensi dan kemampuan manajerial pendidik diniscayakan melulu demi semakin mampu memberdayakan dan membebaskan liyan agar menjadi insan yang unik secitra penciptanya. Begitulah pendidik menjadi rekan Sang Pencipta dalam terus-menerus menaburkan rahmat kehidupan.

Tak mengherankan begitu banyak kita temukan pendidik yang menjadi panutan kehidupan. Mereka menjadi rujukan untuk melumerkan kemelut kehidupan. Tutur, nasihat, dan tindakannya yang santun mengurai kekusutan. Semua itu dimungkinkan hanya karena pendidik menjalani hidupnya dalam laku membebaskan diri dan liyan yang dilayani dari hasrat egois. Demi hal ini mereka memilih jalan hening dan sunyi, jauh dari hasrat beroleh panggung.

Pendidik semacam itu banyak kita temukan di pesantren, seminari, biara, tetapi juga di sekolah dan perguruan tinggi. Yang selalu sama dari para pendidik sejati adalah mereka dikenal dan terkenal bukan karena infotainment atau panggung yang sengaja diciptakan/direkayasa.

Kontras dan ironis

Tidakkah segala hal yang kita kenal tentang pendidik sejati di atas berbalikan dengan pelaku politik praktis? Banyak yang memandang bahwa kiblat politik adalah kepentingan. Berkawan atau melawan tergantung kepentingan. Kebenaran yang diyakini tergantung dari kepentingan beroleh kekuasaan. Maka sering kali politisi tak konsisten dan manipulatif. Dan pendidik sering menjadi satu adonan atau hiasan pemikat untuk mewujudkan kepentingan politik.

Perilaku politisi praktis amat berbalikan dengan laku pendidik. Pendidik tak segan mengakui keringkihan dan kerapuhan dirinya. Tetapi politisi tak pernah membiarkan dirinya tampak ringkih, rapuh, dan selalu benar. Politisi ingin menguasai sebanyak mungkin orang. Pendidik justru membebaskan dan memberdayakan.

Tak jarang aksi politik praktis memanipulasi aneka hal, bahkan mengeksploitasi manusia (pemilih). Manusia adalah obyek, angka belaka bagi hasrat berkuasa. Sementara pendidik menyikapi dan memperlakukan liyan sebagai pribadi yang unik, bermartabat, dan tak tergantikan.

Maka pastilah teramat rumit bagi pendidik, manusia yang bertekun menenun kebermartabatan jiwa dalam hening, terjun dalam hiruk-pikuk panggung politik yang acap kali penuh dusta dan nista. Tetapi para juragan politik sadar bahwa pendidik adalah aset bagus untuk menuntaskan hasrat berkuasa.

Kita sungguh waswas ketika pendidik akhirnya dilibatkan dalam gerak politik praktis. Mereka tak lagi dihadirkan sebagai pribadi. Kehadirannya tak lebih dari materi, hiasan elok yang karakter dan sifatnya amat dipuja masyarakat. Hakikat dan martabat pendidik dalam gawe politik praktis dimerosotkan. Dengan lihai dan licik citra elok yang melekat pada pendidik sengaja ditampilkan petarung politis agar masyarakat hilang nalar hingga tak menemukan kebusukan hasrat dan tujuan politis.

Maka dalam banyak hal hadir dan dilibatkannya pendidik dalam gawepolitik justru efektif mengaburkan fakta dan membelokkan kebenaran. Apalagi bila yang dihadirkan sosok pendidik yang santun atau agamais. Nalar masyarakat cenderung lebih gampang dilumpuhkan.

Ketika nalar melumpuh, masyarakat tak lagi menjadi pribadi yang unik. Mereka menjadi gerombolan. Dengan gampang hakikat manusia beralih menjadi hakikat bebek yang gampang mengekor seragam dalam gerombolan. Juga meski bila sejatinya sedang dituntun berbarengan masuk jurang.

Sungguh sulit titian seorang pendidik yang dimasukkan atau sengaja terjun dalam panggung politik praktis. Alih-alih merawat jiwa dan menghadirkan pencerahan, ia justru berpotensi mengaburkan serta membelokkan kebenaran. Kontras dan ironis.

Sidharta Susila, Pendidik di Muntilan

Sumber: https://kompas.id/baca/opini/2017/03/06/bila-pendidik-berpolitik-praktis/ 

China and the US these 7 years

The United States, “New York Times” famous columnist Thomas Friedman wrote an article. Entitled “China and the United States these seven years,” published in the “New York Times”, shocked the White House!

He wrote: When I was sitting in the Chinese stadium seats, enjoy thousands of Chinese dancers, drummers, singers and stilts acrobatic magician wonderful performances, I could not help but recall the past seven years, China and the United States The different experiences of the two countries:

China has been busy with all kinds of work, and we are busy with al Qaeda (terrorists); they have been building better stadiums, subways, airports, roads and parks, and we have been building more Good metal detectors, Hummer military vehicles and unmanned reconnaissance aircraft … …

The difference has begun to show.

You can compare New York’s dirty old LaGuardia airport with Shanghai’s sleek international airport. When you drive to Manhattan, you will find the infrastructure along the way how dilapidated. And then experience the speed of up to 220 miles in Shanghai maglev train, which uses the electromagnetic propulsion technology, rather than ordinary steel wheels and track, blink of an eye, you have arrived in Shanghai. Then ask yourself: Who is living in the Third World countries?

I believe that, as a modern country, China has accepted the main idea of ​​modern state sovereignty and human rights. But the various characteristics of Chinese civilization and make it different.

Population, a feature of China’s development model is: learning + innovation + the huge population of economies of scale + impact on China and the world. Many overseas enterprises to invest in China has a slogan, as long as the first in China, will be able to do in the world. With the rise of China is beginning to expand to more and more areas such as tourism, aviation, film and television, sports, education, new energy, modern mode, high-speed rail and so on.

Territory, some of us envy the lives of small nations, in fact, small countries, the difficulties of small countries. Small countries can not withstand the storms, and big countries encounter storms, much room for maneuver.
Chile is a relatively developed developing countries, but a major earthquake in 2010, GDP will fall off a large piece of the entire economy may be breathless within two years, and even if China encountered Wenchuan earthquake such a big disaster, the whole country Economy does not move.

For the vast majority of countries, industrial upgrading often means that the industry to migrate to foreign countries, and China within their own can be a large-scale industrial gradient transfer, which extended the life cycle of China’s manufacturing industry.

Culture, the past 30 years of Chinese and Western cultural collision, did not make the majority of Chinese people lose cultural self-confidence. Chinese people today’s Confucius heat, Lao Tzu, chanting heat, calligraphy and painting heat, tea heat, old house heat, cultural relics, Chinese medicine heat, health and so on, all reflect the revival of traditional Chinese culture.

Chinese culture derived from the restaurant culture, health culture, leisure culture is also difficult to match other cultures. Any street restaurant in China can make thirty or forty kinds of food, and in the vast majority of restaurants in the United States only hamburgers and potatoes, can have three or four dishes on the good. European restaurants to enrich some of the dishes, but rarely more than seven or eight varieties.

Some of us are always concerned about the lack of religious sentiment in China. In fact, as long as a little bit familiar with the history of the world people know that religious conflict in human history led to countless wars, just between the various denominations of Christianity and Christianity and Islam, the conflict between the thousands of years of history, resulting in countless lives The Human Tragedy of Killing. Therefore, our people do not have to believe in religion.

Economic, traditional Chinese economics, strictly speaking is not “market economics”, but “human economics”. In the long history of China, if a government can not develop its economy and improve its people’s livelihood, it can not cope with the catastrophe, and it will lose support from the people and lose its destiny and eventually be overthrown by the people.

China’s political parties today are a continuation of the tradition of a unified Confucian ruling group in history, rather than competing Western political parties representing different interests. Many people in the West agree with the political legitimacy of multi-party competition, which is a very shallow political concept.

I have encountered American scholars question the legitimacy of the Chinese regime, I asked him why he did not first question the legitimacy of his own country: you occupy someone else’s land, through colonization, immigration, extinction of the Indians, the formation of today’s United States . I asked him to explain to me where such legitimacy and legitimacy of the country? Finally, he can only tell me that this is history.

So, can we question the legitimacy of Western political legitimacy with the idea of ​​”selecting and appointing” in China? The eight years of George W. Bush’s administration brought a recession to the United States, bringing disaster to Iraq. The world has brought a financial tsunami, is an example.

The most important characteristic of the legitimacy of Chinese history is the political tradition of “choosing the virtuous and the capable” and the “ruling by the people”.

China’s political culture in the “national chess”, “a difficult, P Plus support” and other ideas, other cultures can not produce. I have discussed the Chinese model with Indian scholars. They say that on the surface, China is centralized, but every reform in China actually has strong local characteristics, which compete with each other and complement each other. Therefore, the Chinese system is better than India’s System more dynamic.

They have learned the West, have established a strong modern government system, but at the same time have their own unique political and cultural resources, the combination of the two makes it easier to overcome today’s Western democratic system of populism, short-sightedness, problem.

At the political level, many in the West have taken it for granted that as the Chinese middle class grows, China will embrace Western antagonistic political models. But today they also find that today’s Chinese middle class seems to cherish more than any other class of China’s political stability. They understand that Western “democratization” has brought chaos and turmoil to many countries and learned that their hard-earned wealth has been benefited from China’s political stability for more than 30 years.

To be frank, what China has shown today is definitely not an over-simplistic or even crude conception of “advanced” and “backward”, “democracy” and “autocracy”, “high human rights” and “low human rights”.

This is the United States columnist Thomas Friedman wrote “China and the United States these seven years” article.

Iuran TV

Posting seorang teman hari ini.

​BBC Naikkan Biaya Lisensi Siaran (“Iuran TV”). 

Apakah iuran TV Perlu Dihidupkan Lagi di Indonesia?
APRIL nanti, BBC akan menaikkan biaya lisensi siarannya menjadi 147 pound sterling (sekira Rp 2.434.000 pada kurs Rp 16.557). Biaya ini mengalami kenaikan dari 145 pound sterling (Rp. 2.400.765) yang bertahan sejak 2010. Biaya ini dipungut untuk setiap rumah tangga per alamat per tahun.

Inggris Raya adalah termasuk dalam dua pertiga negara Eropa yang masih memberlakukan iuran televisi bagi warganegaranya. Sementara setengah negara-negara di Asia juga masih menarik license fee atau bentuk iuran televisi.

Dari laporan keuangan BBC yang dipublikasikan pada September 2016 disebutkan, Total pendapatan dari biaya lisensi adalah £ 3.742.800.000 di 2015-16 (Sekitar Rp 6,1 T) yang merupakan 77,5% pendapatan BBC. Pendapatan lain adalah penjualan hak siar, subsidi biaya lisensii bagi kepala keluarga yang berusia 75 tahun ke atas (16% dari pendapatan), dan lain-lain.

Dengan license fee ini, BBC bisa mendanai operasional televisi, radio dan online service-nya. Bahkan siaran tv dan radio BBC bisa dinikmati di seluruh dunia. Orang Indonesia misalnya bisa menikmati siaran berita BBC televisi dan radio, serta program-program lain seperti BBC Earth, program anak-anak dan lain-lain. Program-program BBC adalah termasuk yang terbaik di dunia. Semua itu mungkin karena ada biaya dari warganegara. Dengan demikian, tidak perlu ada siaran iklan di BBC. 

Di Indonesia pernah ada yang namanya iuran televisi untuk membiayai siaran TVRI. Saya masih ingat, ada buku namanya BIT (buku iuran televisi). Saat itu TVRI adalah satu-satunya televisi di Indonesia. Tahun 1971, pertama kali keluarga saya punya pesawat televisi. Ketika membeli itu, ibu langsung mengisi formulir iuran tv. Pembayarannya dilakukan di kantor pos. Belakangan saya tahu, kantor pos mendapat komisi 10%. Sampai 1990, TVRI meraup Rp 63 M dari 6 juta pemilik pesawat televisi.

Iuran televisi mulai menjadi masalah ketika Menteri Penerangan Harmoko memutus kontrak dengan PT Pos. Harmoko menyerahkan pemungutan iuran kepada kroni cendana, yaitu PT Mekatama Raya yang dimiliki Sigit Soeharto dan Henry Sudwikatmono. Mekatama menjanjikan Rp 90 M dari 12 juta pemilik pesawat televisi. TVRI pun tidak boleh beriklan. Menteri Penerangan memutuskan bahwa televisi swasta harus memberi komisi raihan iklannya kepada TVRI, kalau tak salah 12,5%.

Tapi bukannya membayar, rakyat malah tambah kritis dan curiga kepada Cendana. Tahun 1990-an kerakusan Cendana sudah mulai membuat marah rakyat. Mulailah rakyat menggugat dasar hukum iuran TV. Namanya iuran, kok diwajibkan, Apalagi setelah ada TV swasta, tak banyak yang nonton TVRI. Dan memang, Mekatama Raya tak berhasil mencapai target, malah menunggak Rp 7 M kepada TVRI. TV swasta pun ogah setor kepada TVRI. Akhirnya Negara pun mulai panik. Akhirnya 1992 Harmoko mencabut mandat PT Mekatama, tapi dia tak mengembalikan mandat ini kepada PT Pos, melainkan kepada Yayasan TVRI.

Dirut TVRI Azis Husen bikin blunder. Dia minta bantuan Bakorstanasda untuk menekan rakyat agar bayar iuran TV!! Iya…Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional. Ini adalah pengganti Kopkamtib (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) yang dibentuk untuk mengikis sisa-sisa PKI.

Maka semakin kuat teriakan civil society seperti LBH, YLKI dan lain-lain. Akhirnya, hilanglah iuran televisi itu. TVRI hanya bersandar kepada APBN.

Kita sekarang pada zaman mengeluh atas perilaku tv swasta yang sangat bau politis. Bahkan sekarang ada kecurigaan bahwa revisi UU penyiaran disusupi ide agar setiap partai politik diizinkan punya televisi sendiri.

Kalau sampai itu goal, maka alangkah hiruk pikuknya dunia penyiaran kita.

Saya setiap malam menghindari dari hiruk pikuk ini, dan lebih suka menonton BBC Earth, Discovery, National Geography, atau HBO.

Dalam hati saya, kalau TVRI bercita-cita seperti BBC, saya tak keberatan dengan iuran TV, tentu teman-teman juga begitu kan? 

Saya pernah ditunjuk oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar menjadi Ketua Dewan Juri seleksi program penyiaran. Saya kaget dengan kualitas feature yang dihasilkan teman-teman TVRI Jabar. Sungguh bagus. Ada dua nomor yang dimenangkan TVRI. 

TVRI di daerah-daerah seharusnya bisa menghadirkan kualitas liputan yang bagus tentang daerahnya. Maka kita akan punya alternatif jika tidak menyukai televisi yang politis. Maka Kita akan menikmati keindahan luar biasa tanah air kita lewat TVRI, bukan lewat tivi asing yang blusukan ke hutan dan pelosok tanah air,… CMIIW. Salam.

Terorisme Ekonomi Daging Sapi

ROCHADI TAWAF

Kasus operasi tangkap tangan  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap PA, seorang hakim Mahkamah Konstitusi, merupakan klimaks dari karut- marutnya persoalan daging sapi selama ini.

Sejak program swasembada daging jadi tren pada 1995, hingga kini pembangunan peternakan sapi potong diwarnai situasi tidak menentu. Banyaknya kebijakan yang lahir tidak berbasis saintifik merupakan salah satu penyebab maraknya importasi daging ilegal pada 2003-2004 dan tingginya fluktuasi harga daging.

Pada akhir 1990-an muncul wacana untuk mengubah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) karena dirasakan UU itu harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Meski demikian, upaya mengubah UU tersebut memerlukan waktu panjang, sekitar 10 tahunan baru terbentuk UU No 18/2009. UU tersebut ternyata hanya berusia seumur jagung. Setelah diuji materi pada 2010, UU itu kemudian diperbarui atas inisiatif DPR menjadi UU No 41/2014.

Hingga kini terhadap UU PKH yang baru telah dilakukan uji materi sebanyak empat kali: dua kali oleh kelompok masyarakat peternak sapi dan masing-masing sekali oleh kelompok masyarakat perunggasan serta masyarakat konsumen. Jika diamati secara saksama, perjalanan panjang tersebut tidak menjamin UU yang dihasilkan DPR sesuai harapan para pemangku kepentingan. Pasalnya, UU PKH belum mampu memenuhi aspirasi para pemangku kepentingan.

Terorisme ekonomi

Terorisme ekonomi, menurut Pakkanna (2016), adalah jenis teror yang kerap menyelimuti ekonomi rakyat. Rakyat menjadi tidak berdaya karena menghadapi problema struktural, yang ujung-ujungnya melahirkan ketimpangan dan kesenjangan. Gerakan terorisme apa pun jenisnya adalah produk ketidakadilan struktural. Dalam bidang ekonomi, ketidakadilan dapat dilihat kasatmata berupa ketimpangan.

Lemahnya keberpihakan negara pada ekonomi rakyat, yang diiringi pemberian keistimewaan khusus bagi kelompok tertentu, terutama kepada kelompok pemodal yang didukung oligarki politik, memberikan “karpet merah” kepada pemodal yang menguasai sumber daya ekonomi. Dalam konteks itulah, kuasa pemodal melakukan siasat “teror mental” (Andalas, 2010) sehingga memicu ekonomi rakyat tidak berdaya.

Terorisme ekonomi membuat tatanan ekonomi rusak, jutaan pekerja kehilangan pekerjaan, tak ada perdamaian, kehidupan sosial menjadi kacau, penuh pembunuhan dan tindak kriminal. Bahkan, bangsa bisa bangkrut sehingga semua milik negara dijual kepada asing (Mahathir Mohamad dalam Khudori, 2003). Sejumlah pendapat menyatakan bahwa cara kerja untuk memuluskan “terorisme ekonomi” dimulai dari menggarap berbagai kebijakan dasar sampai dengan kebijakan tingkat operasional.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, sejatinya proses pembentukan UU PKH diduga merupakan ajang bagi kaum predator ekonomi, khususnya pemodal dan pebisnis daging sapi, dalam memanfaatkan kebijakan tersebut untuk kepentingannya menjalankan “terorisme ekonomi daging sapi”.

Faktanya, terang benderang ada keterlibatan para pengusaha importir daging dalam kasus operasi tangkap tangan KPK meski dengan cara memutarbalikkan fakta seolah membela kepentingan peternakan rakyat, kendati sejatinya tak ada untungnya buat mereka. Melihat fenomena selama ini sesungguhnya tak mungkin importir daging membela kepentingan peternak domestik.

Pasar daging sapi

Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta merupakan pasar daging sapi terbesar di Asia Tenggara. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi sekitar 670.000 ton, dipenuhi dari potongan sapi lokal  440.000-an ton dan sisanya dari impor 230.000-an ton. Berdasarkan analisis dari data yang ada, volume impor daging sapi dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini terutama disebabkan elastisitasnya permintaan daging sapi. Artinya, makin tinggi pendapatan, konsumsi akan meningkat.

Namun, di sisi lain pemerintah menetapkan kebijakan atas harga daging Rp 80.000 per kilogram. Atas kebijakan ini ternyata dalam operasionalisasinya pemerintah telah melahirkan berbagai aturan yang sepertinya tak lagi mengindahkan kaidah-kaidah normatif pembangunan peternakan yang berpihak kepada produsen. Kondisi ini dimanfaatkan para penikmat bebas yang bertualang memanfaatkan bisnis ini.

Bisa dibayangkan apa yang tengah terjadi, yaitu besarnya keuntungan importir “daging industri” yang dijual sebagai “daging konsumsi” dengan profit bisa lebih dari 50 persen. Hal serupa terjadi pada bisnis importasi daging kerbau yang berasal dari negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pada posisi seperti sekarang ini, peternak rakyat sebagai produsen telah menjadi korban, sementara konsumen dan importir yang menikmati keuntungan. Dampak lanjutnya kini mulai dirasakan di sentra-sentra konsumen, seperti di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Para peternak penggemukan sapi potong rakyat yang semula menyangga wilayah ini untuk pengadaan sapi siap potong domestik kini telah mulai mengubah orientasi bisnis usahanya pada bisnis penyediaan hewan kurban tahunan.

Alasannya, pasar hewan kurban jauh lebih menjanjikan harganya ketimbang pasar tradisional yang ada. Hal ini terjadi karena pasar mereka dibanjiri daging kerbau asal India yang relatif murah harganya sebagai substitusi daging sapi. Jika kondisi ini dibiarkan, jebakan pangan daging sapi akan segera terwujud, terutama jika pemerintah tak segera mereorientasi kebijakan-kebijakan dasarnya, yaitu kebijakan yang tertuang dalam UU No 41/2014 tentang PKH.

Berdasarkan situasi dan kondisi yang telah dan tengah terjadi itu, semoga keputusan yang dikeluarkan majelis hakim MK atas uji materi yang diajukan peternak rakyat akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan peternakan dan kesejahteraan bangsa ini. Semoga.

Rochadi Tawaf

Dosen Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran; anggota Persepsi Jabar

About Al Quran and surah..

SEDERHANA DAN PENTING.       🏯🏯🏯🌉🌉🌉🌉🏯🏯🏯                                                                                                 CATATAN RINGKAS, apabila ditanya ANAK / CUCU tentang AL-QUR’AN.                                         

S🉐 : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?

J : 114 Surah

S🈷 : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?

J : 30 Juz

S 🌺: Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?

J : 60 Hizb

🈴S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?

J : 6236 Ayat

S🈵 : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?

J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf

S 🈳: Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,

J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.

S🌺 : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?

J : 15 Sajdah

S 🈴: Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?

J : 25 Nabi

S🍒 : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.

J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa” al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum’ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.

S 🈵: Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.

J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.

S 🈴: Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?

J : 29 Surah.

S🈹 : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.

J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An’am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi’ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.

S ㊗: Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?

J: Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.

S 🌺: Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?

J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.

S 🍒: Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?

J : Maryam binti Imran.

S 🈹: Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?

J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.

S㊗ : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?

J : Surah at-Tawbah.

S 🍒: Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?

J : Surah al-Naml.

S🌺 : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?

J : Surah al-Kafirun.

S🈚 : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?

J : Surah al-Ikhlas

🈴S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?

J : Surah al-Mulk

S🈷 : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum’at akan menerangi sepanjang pekan?

J : Surah al-Khafi

S 🈳: Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?

J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

S㊗ : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?

J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.

S 🈸: Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?

J : Firman Allah Swt :” Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)

S 🌺: Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?

J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

S🈹 : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?

J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.

S🈳 : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?

J : Ayat Kursi.

S🍒 : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?

J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

S🉐 : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?

J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.

🈵S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?

J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah…

Silakan “Share” agar h ilmu ini bermanfaat.jika diteruskan ter[truncated by WhatsApp]