UBUNTU

*UBUNTU* – A very nice story from Africa …

The motivation behind the Ubuntu culture in Africa …

An Anthropologist proposed a game to the African tribal children. He placed a basket of sweets near a tree and made the children stand 100 metres away. 

Then announced that whoever reaches the basket first would get all the sweets in the basket.

When he said ‘ready steady go!’ …
Do you know what these children did?

They all held each other’s hands, ran together towards the tree, divided the sweets equally among themselves, ate the sweets and enjoyed it.

When the Anthropologist asked them why they did so,

They answered ‘Ubuntu’.

Which meant – “How can one be happy when the others are sad?”

Ubuntu in their language means:

“I am because we are!”

A strong message for all generations.

Let all of us always have this attitude and spread happiness wherever we go.

Let’s have an *Ubuntu* Life …

*I AM BECAUSE WE ARE*

Buku Kenangan PIM 2-XLIID

Teman2 PIM 2 angkatan XLII berikut buku kenangan semoga berguna.

Buku Kenangan Pim II XLII-D-editedbyEddySatriya

Puisi Terakhir Rendra

​HIDUPKU..

HIDUPMU..

HIDUP KITA..

*Puisi terakhir WS Rendra*……. Dibuat sesaat sebelum wafat_.

                            untuk menjadi renungan kita…….
Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 
Ketika Orang memuji *MILIKKU*,

aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA, Bahwa hartaku adalah titipan-NYA, Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?

*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku, 

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,

_kusebut itu_ *MUSIBAH,*

_kusebut itu_ *UJIAN*,

_kusebut itu_ *PETAKA*,

_kusebut itu apa saja …_

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*….

Ketika aku berdo’a, 

kuminta titipan yang cocok dengan

*KEBUTUHAN DUNIAWI*,

_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,

_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,

_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,

_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,

_Kutolak KEMISKINAN,_

Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,  

harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku. 

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_ dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

_Duh TUHAN …_

Padahal setiap hari kuucapkan,

_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya TUHAN, AMPUNI AKU, YA TUHAN …_

Mulai hari ini, 

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur 

dalam setiap keadaan 

dan menjadi bijaksana, 

mau menuruti kehendakMU saja ya TUHAN …

Sebab aku yakin

*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku …

*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*, 

aku lupa, 

bahwa *HIDUP* itu sendiri 

adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,

aku lupa, 

bahwa *SEMUA* yang aku miliki

juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*, 

aku lupa, 

bahwa dalam *KELEMAHAN*,

Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*, 

Aku lupa,

bahwa *HIDUPKU* adalah 

sebuah *KEBERUNTUNGAN*,

kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepadaNYA

Bukan karena hari ini *INDAH* 

kita *BAHAGIA*. 

Tetapi karena kita *BAHAGIA*,

maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*. 

Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*. 

Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!

semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*. 

Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari, cukuplah menjadi *LENTERA* yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka *BERDOALAH* untuk kebaikan..𞍛𞠨

Why delay to help others?

“Your signature is your express ticket to heaven” (Satriya 2016, Jatinangor)

Just Do It ..for the children.

​*Just too good*👇
“`At the point of death, a man, Tom Smith, called his children and he advised them to follow his footsteps so that they can have peace of mind in all that they do..
His daughter, Sara, said,

“Daddy, its unfortunate you are dying without a penny in your bank..

Other fathers’ that you tag as being corrupt, thieves of public funds left houses and properties for their children; even this house we live in is a rented apartment..

Sorry, I can’t emulate you, just go, let’s chart our own course..
Few moments later, their father gave up the spirit..
Three years later, Sara went for an interview in a multinational company..

At interview the Chairman of the committee asked,

“Which Smith are you..??”
Sara replied,

“I am Sara Smith. My Dad Tom Smith is now late..”
Chairman cuts in,

“O my God, you are Tom Smith’s daughter..?”
He turned to the  other members and said,

“This Smith man was the one that signed my membership form into the Institute of Administrators and his recommendation earned me where I am today. He did all these free. I didn’t even know his address, he never knew me. He just did it for me..”

He turned to Sara,

“I have no questions for you, consider yourself as having gotten this job, come tomorrow, your letter will be waiting for you..”
Sara Smith became the Corporate Affairs Manager of the company with two Cars with Drivers, A duplex attached to the office, and a salary of £1,000,000 per month excluding allowances and other costs..
After two years of working in the company, the MD of the company came from America to announce his intention to resign and needed a replacement. A personality with high integrity was sought after, again the company’s Consultant nominated Sara Smith..
In an interview, she was asked the secret of her success,,
With tears, she replied, “My Daddy paved these ways for me. It was after he died that I knew that he was financially poor but stinkingly rich in integrity, discipline and honesty”.
She was asked again, why she is weeping since she is no longer a kid as to miss her dad still after a long time..
She replied, “At the point of death, I insulted my dad for being an honest man of integrity. I hope he will forgive me in his grave now. I didn’t work for all these, he did it for me to just walk in”.
So, finally she was asked, “Will you follow your father’s foot steps as he requested ?”
And her simple answer was, “l now adore the man, I have a big picture of him in my living room and at the entrance of my house. He deserves whatever I have after God”.
Are you like Tom Smith..?

It pays to build a name, the reward doesn’t come quickly but it will come however long it may take and it lasts longer..
Integrity, discipline, self control and fear of God makes a man wealthy, not the fat bank account..
Leave a good heritage for your children..
Share this true life story with your loved ones..“`

Ojo Sawang Sintang. 

​Kopas Dari tetangga, Amazing tenan:

👍👍👍

Dalam sebuah pengajian di pondok pesantren magelang, seorang jama’ah bertanya pada kiai.

“Jika kita melihat negara lain di luar, kelihatannya lebih maju dan lebih makmur daripada kita. Padahal tidak ada ulama dan mereka tidak menerapkan islam dalam kesehariannya. Bagaimana pandangan pak kyai tentang hal ini?”

Pak kyai balik bertanya, “Contone negoro sing luwih maju seko awake dewe ki sing endi?”

“Amerika pak kyai”

“Amerika sing luwih maju opone?”

Jama’ah pun tertawa semua.

Pak kyai melanjutkan, “Tak kandani yo, nang amerika kui kelas professor ki hp-ne nokia lawas. Wek dewe tukang batu wis duwe smartphone. Aku ra ngerti amerika kok arani luwih maju ki apane. Daya beli mereka rendah. Mereka gajinya besar tapi barang mahal. Nang kene ra duwe gaji wani rabi.

Indonesia daya belinya dahsyat. Nek ra percoyo njajal nang Singapura. Nek ono toko sing blonjo wong Indonesia, regane diundakno. Nang mekkah, nang Vietnam, awake dewe blonjo mesti regane diundakke, soalnya mereka menganggap semua orang Indonesia kaya. Amerika apane sing luwih maju?

Nang jepang ra isoh wong biasa tuku motor. Nang kene modal 500 ewu motor diter-terke tekan ngomah. Nang Jepang yo kowe angel golek konco ro tonggo, opo meneh nek kulitmu warnane bedo, nang kene sangger jeh apal Pancasila, kuwi koncomu kabeh, kuwi sedulurmu kabeh. Opone sing luwih maju?

Nang kene kowe ndelok liga inggris, liga spanyol, liga champion sakkarepmu. Nang inggris kowe kudu mbayar, malah ono sing inden ngasik telung sasi ming arep ndelok bal-balan. Ko ngono luwih maju?

Kowe nang Malaysia, nang Vietnam, nang Thailand, nginepo nang hotel po losmen. Jam rolas mbengi metuo, golekko mie rebus, golekko udud, golekko kopi. Ra ono, jam malam wis do tutup kabeh, ra oleh wong metu. Nang kene sak ayah2 ono wong dodol. Opone sing luwih maju?

Nang Magelang kene ono pirang macem sambel. Pendak warung bedo. Panganane? Macem2, ngasik mumet ndasmu lek mikir. Nang Eropa kono, seko pucuk elor Norwegia tekan pucuk kidul Spanyol badogane podo. Ngono kuwi luwih maju?

Nang Chino, kowe gawe anak ming oleh siji thok. Punjul seko siji dicekel diinterogasi pemerintah. Nang kene omah jeh ngontrak pendak dino gawe anak. Ngendi negoro sing luwih maju?

Seluruh dunia, yang bisa mensyukuri keberadaan daun pisang ming wong Jowo. Godong gedang isoh dadi pincuk, taqin, dadi suru, dadi lontong, lemper. Di saat negara lain berlomba membuat produk bungkus makanan ramah lingkungan, wong Jowo wis ket jaman kuno lawu nggawe produk kuwi.

Aku nek pas dolan luar negeri rung tau nemoni biting. Onone ming staples. Loh mbok kiro biting ki gampang. Mbiyen butuh beratus tahun nggo nemokke biting. Saiki gampang ming geri niru. Ming seko biting we isoh dadi industry besar. Negoro ngendi sing luwih maju?

Awake dewe ki negoro sing paling disayang Gusti Allah, rasah minder. Kemajuan mereka hanya kemajuan semu.”
Renungan indah

Orang Asia

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya *“Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001)* yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller”, mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang :

1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). 

Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila *lebih banyak orang menyukai* cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. 

Tidak heran pula bila *perilaku koruptif* pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yg wajar.

3. Bagi orang Asia, pendidikan *identik dengan hafalan* berbasis “kunci jawaban” *bukan pada pengertian*. 

Ujian Nasional, tes masuk PT dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa *diharuskan hafal* rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya *bukan diarahkan untuk memahami* kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia *dijejali sebanyak mungkin* pelajaran. Mereka *dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit- sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).*

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia *bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika, dan Matematika*. 

Tapi *hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.*

6. *Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU).* Akibatnya *sifat eksploratif* sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan *keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.*

7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, *bertanya artinya bodoh*, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena *takut salah dan takut dianggap bodoh*, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta Asia jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.
Dalam bukunya Profesor Ng Aik Kwang *menawarkan beberapa solusi* sebagai berikut:

1. *Hargai proses*. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.

2. *Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban*. 

_Biarkan murid memahami *bidang yang paling disukainya.*_

3. *Jangan jejali murid dengan banyak hafalan*, apalagi matematika. 

Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihafalkan? 

*Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya*.

4. *Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu*, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. *Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko*. AYO BERTANYA!

6. *Guru adalah fasilitator*, _*bukan dewa*_ yang harus tahu segalanya. 

Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!

7. *Passion manusia adalah anugerah Tuhan*…

sebagai orang tua kita *bertanggung-jawab untuk mengarahkan* anak kita _untuk menemukan passionnya dan mensupportnya._
_Mudah-mudahan dengan begitu, kita *bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi* tanpa korupsi_

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.