Mengenal Peralatan Olahraga di Pantai Ancol…Mbayar tapi

Orangtua memperkenalkan sejumlah peralatan olahraga kepada anak-anaknya di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/6). Pantai merupakan sarana tempat bermain sekaligus tempat belajar mengenal alam bagi anak-anak.
KOMPAS/AGUS SUSANTOOrangtua memperkenalkan sejumlah peralatan olahraga kepada anak-anaknya di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/6). Pantai merupakan sarana tempat bermain sekaligus tempat belajar mengenal alam bagi anak-anak.

Digital Disruption: Sesuaikan saja, sulit untuk melarang.

Bapak dan Ibu pengusaha, penguasa, termasuk pejabat baik yg tinggi sekali sekelas menteri hingga dirjen yang banyak rapat di belakang meja, maupun yang di lapangan, kiranya sangat perlu dipahami bersama bahwa kemajuan dunia digital yang dibawa oleh ICT atau TIK atau kadang kita menyebutnya telematika sudah semakin terasa dan memang tidak bisa dihindari. Perlahan tapi pasti “digital disruption”itu memang akan dan telah menghadang serta merubah berbagai tatanan kehidupan kita termasuk bisnis dan proses menjalankan kepemerintahan (governance).

Lihatlah sekeliling Bapak/Ibu, bukankah sekarang begitu mudah mentransfer dana antar bank, termasuk membayar pajak maupun membeli barang. Dalam hitungan detik anda bisa memilih barang apa saja yang tersedia di berbagai toko online dan tinggal hitungan jam atau hari sudah akan sampai di depan pintu rumah anda. Untuk berpergian termasuk yang agak confidential, anda dengan mudah bisa berselancar mencari tiket murah atau sesuai selera anda untuk berpergian ke seluruh pelosok dunia tanpa memerlukan lagi bantuan sekretaris. Begitu pula jika nada memerlukan hotel atau pun mobil sewa.

ICT juga menjadikan berbagai usaha kecil, menengah maupun mikro (UKM) dapat berpartisipasi dengan memanfaatkan dan memaksimalkan inovasi. Berbagai lapisan bisa saja menjual barang dan jasa, baik hanya melalui orderan via telpon, sms ataupun berbagai jenis messenger lain seperti BBM, WA, maupun Line. Meskipun belum sempurna, berbagai pembayaran juga bisa dilakukan sekarang dengan e-Money seperti untuk membayar tiket bioskop, parkir, hingga pembayaran di pintu tol. Ini hanya barulah sebagian revolusi digital yang akan makin kita hadapi sehari-hari.

Muncul pertanyaan, apakah memang bisa dibuat regulasi ataukah harus diregulasi? Jelaslah jawaban yang paling tepat adalah regulasi akan masih tertinggal dengan aplikasi yang muncul lebih cepat. Apakah regulasi itu di tingkat UU, PP, hingga peraturan menteri, tetap saja akan selalu telat. Lalu haruskah kita menyerah? TIdaklah perlu menyerah, kita masih bisa percaya bahwa bisnis yg baik dibangun  atas dasar praktek dan aturan bisnis yang baik pula. Memang banyak maling atau pebisnis yang mencari untung sesaat hingga rent seeker yang ingin mengambil keuntungan di atas kerugian orang lain atau salah satu pihak. Namun menurut pengamatan saya, bisnis model yang terakhir ini tidaklah akan langgeng dan akan tergilas oleh digitalisasi itu sendiri.

ICT telah merubah banyak struktur atau model bisnis yang tadinya tidak mungkin atau dirasa akan sulit terpengaruh oleh teknologi, akhirnya jebol juga. Kita melihat sendiri bagaimana para operator telekomunikasi misalnya harus memeras otak, untuk tetap menjaga ARPU (average revenue per user) masih bisa mencapai tingkat yang diharapkan. Para operator harus bekerja keras karena sampai saat ini pemerintah belum mengambil sikap terhadap OTT (over the top) misalnya. Saat ini masyarakat yang telah memiliki smartphone, sudah sangat jarang menggunakan sms untuk berkomunikasi atau mengurani telpon yang menyedot pulsa mereka atau menambah bill pasca bayar mereka. Berbagai alternatif tersedia mulai dari BBM, WA, LINE dan face book yang bukan hanya bisa digunakan untuk berkirim pesan tertulis, tetapi juga dengan mudah nya bisa menelpon teman atau kerabat. Ini sudah menjadi keniscayaan.

Karena itu ketika nyaris seluruh lapisan dunia harus merubah atau harus mencari cara agar bisnis yang menyangkut Property Rights seperti musik dan film serta karya seni lainnya harus dilindungi, berbagai aplikasi dan cara juga diambil oleh penyedia jasa/kontent. Lihatlah bagaimana akhir Itunes dan berbagai portal musik lainnya harus berinovasi mengahadapi pembajakan. Terkadang bisnis hiburan pun seperti game dan toko buku juga harus mengevaluasi bisnis model mereka dari waktu ke waktu.

Tidak bisa dimungkiri, sekarang dengan mudah kita bisa menikmati musik baik berupa video (mp4) ataupun dalam format mp3, termasuk untuk musik atau filem yang baru saja diluncurkan. Kemudahan untuk menikmati streaming piala champion atau copa america juga bisa dapatkan jika anda memiliki koneksi Internet. Mungkin di Indonesia atau di domain USA dan eropa bisa anda larang atau cegah, tetapi melalui satu atau dua negara amerika latin, dengan mudah anda akan bisa menikmati streaming yang nyaris gratis dengan kualitas digital luar biasa sekelas HD. Jika TV berlangganan anda tidak bisa menyiarkan siaran sepak bola tertentu, jangan khawatir, dengan bertanya di FB dalam sekejap akan banyak teman yang memberikan link gratis. Nah, karena ini gratis, tentu tidak ” elok ” kalau anda kemudian mengadakan nonton bersama dengan layar lebar dan menarik bayaran. Namun sekali lagi, dapatlah kita meyakini, dengan kemudahan Internet, semua kesulitan terkait regulasi dan sistem transmisi bisa diatasi. Memang tentu tidak semuanya legal ada juga yang tergolong melanggar aturan berlaku.

Bagaimana mungkin mencegah apa yang sedang melanda dunia saat ini seperti phenomena Grab dan Uber taxi? Dimana ada demand, disitu akan ada supply. Sulit untuk dibatasi. Uber telah menjangkau puluhan negara di dunia dan ratusan kota, termasuk kota2 Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Denpasar. Seperti saya sampaikan didepan, bisa saja Itunes atau portal lain menjual musik dan filem atau buku dengan harga murah dan menjadi pilihan konsumen, tetapi berbagai kemudahan yang ada, tetap saja proses download gratis disebarkan oleh portal tertentu, baik karena persoalan persaingan bisnis, tetapi ada pula yag memang menginginkan konsumen menikmati gratis dan mereka dapatkan revenue dari iklan.

Jadi jika kita mendengar walikota Paris hendak melarang Uber taxi, dalam prakteknya, masyarakat yang diuntungkan dengan membayar taxi lebih murah akan tetap mencari dan memakai jasa Uber taxi. Atau kejadian kemaren yg saya alami di Bandung, karena persaingan sangat tidak sehat perusahaan taxi yang tidak memungkinkan seseorang menggunakan taxi yang ditelpon langsung via operator, orang akan menggunakan uber taxi sebagai alternatif. Kasus yang saya alami sendiri, akhirnya terpecahkan ketika taxi yang saya pesan tidak berani menjemput karena sudah ada taxi lain yang mangkal, memakai taktik menghidupkan dulu argonya sebelum sampai ke lokasi penjemputan sehingga terlihat seolah2 ada isinya. Jika tidak, maka para supir taxi yang mangkal yang biasanya memeras penumpang dengan harga non meter akan mengamuk dan akan memberi citra tidak baik untuk hotel. Sementara hotel besar sekalipun tidak kuasa mengatasi persoalan yang sangat penting untuk bisnis traveling ini, yaitu transportasi.

Jadi bapak/ibu, menurut hemat saya, selagi aplikasi ICT bisa memperbaiki kondisi externatilies dalam ekonomi yang merugikan masyarakat khususnya konsumen, maka aplikasi itu tidaklah membutuhkan regulasi, tetapi tugas utama pemerintah adalah menjalankan kompetisi. Sudah selayaknya untuk kasus Uber, pengusaha taxi juga memperbaiki service dan aplikasi kemudahan mereka untuk pelanggan. Mengharapkan regulasi jelas akan sangat membutuhkan waktu. Melarang sesuatu yang memberikan kemudahan bagi konsumen jelas itu juga perbuatan tergolong “tidak smart”  dan hanya memperlihatkan ketumpulan pemikiran pengambil keputusan kepada masyarakat dan pemimpin mereka. Mesjid di komplek kami saja sudah mulai menggunakan alat penunjuk waktu digital sederhana yang bisa di set untuk penentuan waktu shalat, termasuk counting down 10 menit untuk menentukan waktu qamat yang sangat berguna sebagai penunjuk waktu bagi jamaah yang baru datang. Ia dengan mudah memberikan tanda apakah kita masih bisa mengerjakan shalat sunat mesjid atau sebaiknya menunggu qamat saja lalu shalat berjamaah. Tidak ada lagi perasaan terdiskriminasi bagi jamaah biasa2 saja dengan jamaah yang juga pengurus mesjid yang biasanya jika pun telat datang masih ditunggu muadzin sehingga shalat sunah selesai ia kerjakan.

Jadi, kita memang harus pandai menata penggunaan dan pemanfaatan teknologi, baik untuk diri sendiri maupun untuk tingkat yg lebih luas dalam bisnis, masayarakat dan pemerintahan.

________

Sekedar lampiasan pemikiran sebelum istirahat pagi ini. Selamat pagi kawan, selamat berpuasa.

Beberapa perkara yang membuat Syaitan/Iblis kurus dan menjauhi manusia

Summary ceramah ramadhan malam ini di mesjid Al-Ikhlas Komplek Bappenas, Cinangka, Depok.

Ada 7 perkara yang membuat syaitan terbirit2 kabur dan menjadi “kurus” ketika Nabi Muhammad SAW suatu saat bertanya kepada syaitan, yaitu:

  1. Ketika manusia sesamanya saling menyapa dengan salam;
  2. Ketika sesama manusia berjabat tangan ketika bertemu satu sama lain;
  3. Ketika kata InsyaAllah diucapkan manusia dan orang beriman saat ini mengucapkan suatu janji, untuk dipenuhinya;
  4. Membaca istigfar di malam hari sehabis berbuat dosa siang/sore hari
  5. Mengucapkan “Bismillah’ ketika memulai suatu pekerjaan;
  6. Saling mencintai / memuji ketika berkumpul dan (7) ketika akan berpisah.

Semoga bermanfaat dan kita bisa saling meningatkan. Meski syaitan dibelenggu dibulan ramadhan, perlu dipahami, syaitan dan iblis yang dibelenggu ketika bulan ramadhan hanyalah dari golongan jin, tidak dari golongan manusia. makanya kita bisa memaklumi selama ramadhan juga banyak tindakan dosa dan perbuatan yang menghancurkan ketika “syaitan” dari jenis manusia bertingkah.

Phenomena Uber Taxi di dunia: Digitally Disruptive

Perancis Perkarakan Uber

Presiden Hollande Kecam Protes Keras oleh Pengemudi Taksi

PARIS, JUMAT — Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve, Jumat (26/6), mengatakan telah menindak para manajer setempat dari layanan Uber, sehari setelah negara itu menghentikan layanan UberPOP. Pemerintah memihak pengemudi taksi yang memblokade jalan-jalan raya dalam protes terhadap layanan daring (online) itu.

Para penumpang, Kamis (25/6),  berjalan di tempat pemberhentian taksi saat pengemudi taksi berdemonstrasi di Lyon, Perancis tengah. Menolak keberadaan taksi Uber, para pengemudi mogok dan berunjuk rasa di penjuru Perancis sehingga mengganggu lalu lintas di kota-kota besar dan lalu lintas menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris.
AP PHOTO/LAURENT CIPRIANIPara penumpang, Kamis (25/6), berjalan di tempat pemberhentian taksi saat pengemudi taksi berdemonstrasi di Lyon, Perancis tengah. Menolak keberadaan taksi Uber, para pengemudi mogok dan berunjuk rasa di penjuru Perancis sehingga mengganggu lalu lintas di kota-kota besar dan lalu lintas menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris.

Berang pada apa yang mereka anggap sebagai kompetisi tidak adil, para pengemudi taksi hari Kamis memblokade jalan-jalan ke bandara ibu kota Perancis, menggulingkan mobil-mobil, dan membakar ban untuk menuntut agar layanan itu dihapuskan.

Sekitar 3.000 pengemudi taksi ambil bagian dalam pemogokan Kamis, menutup akses ke Bandara Charles de Gaulle dan Bandara Orly di Paris, serta mencegah mobil-mobil yang mencapai stasiun kereta api di seluruh negeri.

Polisi mengatakan, 70 mobil rusak dalam bentrokan antara pengemudi taksi dan pengemudi Uber serta tujuh petugas polisi cedera. Sepuluh orang ditangkap dalam kerusuhan itu.

Demonstrasi itu termasuk yang paling sengit dari serangkaian pemogokan dan demonstrasi lain di seluruh Perancis terhadap Uber yang berbasis di San Francisco, AS.

Uber menghubungkan pengemudi dengan penumpang melalui aplikasi telepon pintar (smartphone). Di Perancis, Uber yang mempunyai 1 juta pengguna telah memperluas layanan UberPOP ke kota-kota lain. Hal ini menimbulkan kemarahan para pengemudi taksi dan menimbulkan debat mengenai apa yang disebut kompetisi adil.

Menghadapi ancaman kerusuhan, Presiden Francois Hollande berkomentar dari sela-sela KTT UE di Brussels, Belgia. Dia mengecam protes penuh kekerasan terhadap layanan Uber itu, tetapi dia juga mengatakan, layanan itu ditarik dari peredaran.

Hollande menyebut demonstrasi itu kekerasan yang tidak bisa diterima di Perancis.

Namun, Hollande menambahkan, “UberPOP harus dihapus dan dinyatakan ilegal.”

Jumat, Mendagri Cazeneuve mengatakan kepada radio RTL, “Kami adalah negara hukum dan hukum akan berkuasa.”

Sejak Januari, layanan itu dinyatakan ilegal di Perancis, tetapi Uber menyatakan banding dengan mengatakan, UU yang disahkan Oktober 2014 yang mendasari putusan itu tidak jelas dan bertentangan dengan kebebasan untuk melakukan bisnis. Uber beroperasi sementara menanti putusan pengadilan banding.

Setelah bertemu dengan perwakilan pengemudi taksi, Cazeneuve memerintahkan kepolisian Paris untuk mengeluarkan dekrit melarang UberPOP dan mengatakan bahwa mobil-mobil yang melawan perintah itu akan disita. General Manager Uber Perancis Thibaud Simphal menjawab dengan mengatakan, langkah itu “tak mengubah apa pun” dan bahwa permintaan untuk layanannya di Perancis akan berlanjut.

Sebagian besar pengemudi taksi mengindahkan imbauan serikat pekerja mereka dan kembali bekerja pada Jumat.

Protes juga dilakukan di Marseilles dan Aix-en-Provence.

(REUTERS/AFP/DI)

Telkom serba salah jadinya

Langkah PT. Telkom untuk berkiprah diluar Indonesia sebagai usaha untuk menunjukkan dirinya bukan jago kandang ternyata tidak mudah. Jika selama ini Singapore dengan aliansi Temaseknya bisa merangsek masuk ke berbagai jenis bisnis di Indonesia, maka langkah BUMN atau perusahaan nasional kita mempenetrasi pasar luar negeri justru sering ditanggapi salah oleh pasar dan masyarakatnya sendiri.

Tidak sedikit berita miring justru datang dari dalam negeri menanggapi langkah Telkom membangun data center melalui anak perusahaan Telin Singapore ini.

Data center saat ini telah menjadi salah satu sub sistem ICT guna menunjang pelaksanaan berbagai aktivitas dan aplikasi dari ICT sendiri, baik untuk kebutuhan pemerintah maupun bisnis swasta. Data center yang menjadi salah satu tulang punggung pelaksanaan bisnis ICT yang sarat dengan teknologi baru menjadi prasyarat mutlak bagi sebuah perusahaan besar sekelas Telkom untuk bersaing dan merebut pasar internasional. Banyak aplikasi sosial media yang tadinya dianggap sebelah mata oleh operator, telah berhasil menggerus pasar operator  incumbent, hanya karena mampu mempertahankan pelanggan atau user mereka. User yang dengan sukarela menyerahkan data-data terkait mereka seperti no pelanggan atau data SIM card mereka lalu kemudian di kompilasi oleh aplikasi sosial media seperti Whatsupp, Facebook dan Twitter, ternyata menjadi kekuatan utama bagi perusahaan yang menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut.

Tidak heran jika Mark Zuckerberg ketika ditanya langsung dalam event Mobile World Congress pada Februari 2013 di Barcelona, dengan enteng menjelaskan mengapa ia membelanjakan sekitar 19 milyar US Dollar hanya untuk membeli perusahaan baru sekelas Whatsupp! Kekuatan WA yang telah memiliki dan mengantongi data jutaan pelanggannya menjadi alasan utama Mark, disamping bentuk bisnis WA sangat cocok untuk FB.

Ketika bertemu dengan salah seorang petinggi Telkom pagi ini dalam santap sahur, saya menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan berita miring tersebut. CEO Telkom ini menjelaskan kekonyolan dari pemberitaan bahwa sebagian aplikasi e-government akan menggunakan sistem data yang akan dibangun Telkom dengan Telin pte tersebut.

Memang ini perlu digarisbawahi, pemberitaan yang simpang siur sudah seharusnya dicegah agar tujuan baik dan bagus dari suatu korporasi untuk bersaing dan mempenetrasi pasar internasional tidak tertahan oleh kesalahan sepele dalam penyampaian pemberitaan ataupun publikasi. Salah satu kesalahan mendasar dari berbagai perusahaan besar di Indonesia -juga pemerintah-adalah tidak adanya PR yang mumpuni. Kelompok public relation expert ini memang masih dipandang sebelah mata oleh berbagai institusi. Tentu kita masih ingat beberapa waktu lalu, betapa Presiden Jokowi dengan gampang menyebutkan nama salah satu operator yang memakai pesawat telpon pintar 4G/LTE hasil ciptaan tangan-tangan terampil dalam negeri karena tidak disediakannya press release yang memadai, atau tidak adanya PR yang mampu membrief secara tepat.

Sebagai birokrat yang memperhatikan jalannya perusahaan sekelas PT. Telkom sejak 35 tahun terakhir, saya pribadi sangat mendukung langkah Telkom masuk dan mengambil ceruk pasar Cloud system di negara tetangga kita Singapore, yang bukan saja bisa digunakan pasar setempat, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menjangkau pasar dunia yang lebih luas.

Menjadi serba salah memang jika dikaitkan dengan telah terbitnya Peraturan Pemerintah 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang antara lain mewajibkan pelaku bisnis asing seperti perbankan untuk membangun data center mereka di dalam wilayah Indonesia.

Sudah seyogyanya pula memang langkah strategis BUMN nasional ini tidak perlu dikaitkan dengan masalah politik atau kinerja kementerian terkait.

—-

Fokus Pada Bisnis Internasional, Telkom Bangun Data Center di Singapura

Singapura, 5 Juni 2015 – PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“Telkom”) melalui entitas anak usahanya Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd. Singapore (Telin Singapore) membangun Telin Singapore Data Center and Telecommunication Hub yang terletak di Singapura. Pembangunan ini diresmikan melalui groundbreaking ceremony oleh pemerintah dari kedua negara yaitu Menteri BUMN Indonesia, Rini M. Soemarno dan Senior Minister of State (Trade and Industry), Lee Yi Shyan di Jurong, Singapura (5/6). Turut hadir Duta Besar Indonesia untuk Singapura Dr Andri Hadi, Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, Direktur E-Business Ir. Azhar Hasyim, M.IT, Top Management dari IDA/EDB Singapura, serta para partner dan pelanggan Telin Singapore

Telin Singapore Data Center and Communication Hub merupakan salah satu bentuk sinergi regional antara Indonesia dengan Singapura. Hal ini ditandai dengan kepercayaan Pemerintah Singapura kepada Telin Singapore untuk membuka data center di Jurong. Data center yang dinamakan Telin-3 ini menjadi data center ketiga yang dimiliki dan dikelola oleh Telin Singapore setelah data center yang berada di Changi dan Tai Seng.

Telin Singapore, sebagai anak perusahaan Telin, melalui proses tender telah dipercaya oleh Pemerintah Singapura, yaitu Infocomm Development Authority of Singapore (iDA), Singapore Economic Development Board (EDB) dan Jurong Town Corporation (JTC) untuk membangun dan mengoperasikan data center di Jurong. Data center tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 8,000 meter persegi dengan gross floor area seluas 20,000 meter persegi berupa gedung 5 lantai. Data center yang ditargetkan beroperasi pada triwulan ketiga tahun 2016 tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Telin Singapore sebagai strategic hub bagi Telkom Group yang menghubungkan Indonesia dengan belahan dunia lainnya.

Menurut riset sebuah perusahaan penelitian teknologi, TechNavio, pasar data center di Asia Tenggara diharapkan berkembang hingga CAGR, mencapai 18.05% dari tahun 2014 hingga 2019, didorong dengan meningkatnya kebutuhan untuk cloud computing dan big data analytics.

Telin-3 dirancang untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan layanan data center premium, tidak hanya di Singapura namun juga untuk kawasan regional dan global market dimana Telin Singapore akan berperan sangat penting dalam menyediakan layanan konektivitas telekomunikasi global yang dapat diandalkan, aman dan stabil. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi desain Multi-Tier dan dapat beroperasi secara optimal.

CEO Telkom Group Alex J Sinaga mengatakan, Telin-3 akan memperkuat strategi inisiatif bagi bisnis internasional Telkom Group. “Telin-3 merupakan salah satu investasi kami di luar negeri yang sejalan dengan strategi pertumbuhan untuk memperkuat layanan kami dalam rangka menghubungkan mitra bisnis dan pelanggan dalam suatu digital supply chain,” ungkap Alex J. Sinaga.

Alex menambahkan, aksi korporasi ini merupakan sebuah pengalaman dan kesempatan yang baik bagi Telkom Group dalam memulai pengembangan data center dan hub telekomunikasi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan data creation dan digital business ecosystem untuk menciptakan pertumbuhan kompetitif yang berkelanjutan bagi kita semua dalam industri ICT.

Sementara itu, Septika Noegraheni Widyasrini, CEO Telin Singapore mengatakan, groundbreaking ceremony Telin-3 menandai suatu langkah penting bagi Telin Singapore. “Ini merupakan kerjasama yang kedua Telin Singapore di bawah Special Direct Investment Incentive Scheme dengan EDB, iDA, dan JTC setelah investasi fasilitas pertama kami di Changi. Telkom Group telah berinvestasi selama beberapa tahun belakangan ini untuk membangun dan memperoleh aset strategis, kini kami akan segera memiliki infrastruktur terbaru dengan selesainya pembangunan Telin-3,” jelas Septika.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan penyedia jaringan terluas dan terbesar di Indonesia, Telkom terus berkomitmen untuk mengalokasikan resource-nya dengan memberdayakan infrastruktur dan network yang dimiliki. Melalui Telin selaku anak usaha yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan dalam menjalankan bisnis internasional, Telkom telah hadir melalui footprint di sepuluh negara, salah satunya di Singapura.

Marhaban Ya Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahiim.

Tahu kah anda sebenarnya arti kata marhaban? Dari pengajian subuh pagi ini khotib menjelaskan dengan sangat baik. Ada tiga arti utama: (1) hati yang lapang; (2) tempat memperbaiki yang rusak (bengkel) dan (3) selamat datang untuk tamu yang sangat istimewa.

Kaitannya dengan Ramadhan, pertama, kita harus dan sewajarnya gembira dan dengan hati yang lapang menyambut Ramadhan. Kita sudah seharusnya sebagai orang beriman menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan ikhlas untuk selanjutnya memanfaatkan kesempatan yang ada dalam melaksanakan ibadah puasa serta ibadah sunat lainnya.

Selanjutnya, Ramadhan seyogyanya dimanfaatkan juga untuk memperbaiki berbagai “kerusakan” yang ada pada diri kita atau dari perbuatan kita. Bulan puasa ini sebaiknya dijadikan untuk memperbaiki tata cara ibadah kita seperti shalat yang belum khusyuk dan berbagai ibadah lainnya untuk disempurnakan. Bulan ramadhan sepatutnya dijadikan kesempatan untuk membuka dan memperbaiki hati, mental, dan niat kita dalam berkehidupan dunia dan akhirat.

Terakhir, tentu saja kata marhaban yang berbeda dari sekedar “ahlan wa sahlan” atau selamat datang/welcome. Ketika menyambut tamu Allah yang turun dari pesawat untuk melaksanakan haji, pemerintah Saudi menggunakan “hanya” kata welcome atau ahlan wa sahlan, tidak Marhaban. Jadi sesungguhnya, kata itu memang hanya digunakan untuk menyambut tamu istimewa, yaitu bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya. Ya, salah satu yang menyebabkan Ramadhan menjadi istimewa adalah diturunkannya mukjizat Nabi Muhammad SAW, yaitu alquran yang akan menjadi tuntunan bagi umat manusia.

Itulah arti kata “Marhaban”yang sering digunakan dan dipajang dimana-mana saat ini. Ucapan Marhaban ya Ramadhan kita temui memenuhi inbox atau pesan di sosmed kita seperti BBM, WA dan wall Facebook dan kicauan Twitter. Ia juga bisa disaksikan terpampang dengan banner besar di mesjid2, mall hingga hotel berbintang. SUngguh sayang kalau kita belum memahami artinya.

Lebih lanjut, selain diturunkannya ALQuran, Ramadhan adalah juga bulan diturunkannya rahmat dan ma’firah Allah yang tak berhingga. Ia juga menjadi bulan yang melipat gandakan berkali-kali lipat pahala dan ganjaran dari amal ibadah kita dan segal perbuatan baik yang dilaksanakan dengan niat tulus ikhlas mengharapkan RidhoNya. Bulan Ramadhan juga bulan istimewa yang menjadi bulan diturunkannya Lailatur Qadr yang setara dengan malam 1000 bulan dalam melaksanakan ibadah. Serta banyak keistimewaan lainnya.

Tidak hanya itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang segala doa akan dikabulkan ALlah. Doa2 akan diterima dan InsyaAllah akan diwujudkan ALlah untuk berbagai kebaikan umatnya. Masih teringat kan kita akan doa dari seorang nenek yang memiliki cucu yatim piatu dan mengalami sakit dan belum ada obatnya. Bagaimana ia dipertemukan dengan dokter yang juga baru saja berhasil mendapatkan obat atas sesuatu penyakit terbaru. Sang Nenek akhirnya di pertemukan dengan Dokter hanya karena berkat doanya yang dijabah Allah dan akhirnya bisa menyelamatkan sang cucu dengan perantara dokter tadi. Sungguh, untuk urusan doa, logika kita tidak semua bisa jalan normal. Hanya ALlah yang tahu dan berkuasa untuk melaksanakan segala sesuatu, meskipun menurut nalar manusia sudah tidak mungkin terjadi. (cerita dari berbagai sosmed dulu dan dari sang khotib).

Salah satu waktu terbaik yang sering kita lupakan untuk berdoa selama Ramadhan adalah WAKTU MENJELANG BERBUKA PUASA. Karena itu adalah waktu berdoa yang sangat sulit untuk ditolak Allah (wallahualam). Sungguh sudah seharusnya waktu menjelang buka puasa itu kita manfaatkan sebaik mungkin untuk memanjatkan doa2 kita dan alangkah lebih baik bila sebelumnya dimulai dengan berbagai amalan baik seperti membaca Quran.

Sungguh merugi jika kita justru memanfaatkan waktu menjelang buka puasa hanya dengan mengobrol menunggu beduk sambil melihat lawakan atau info di TV, bukan sebaliknya memanfaatkan untuk memanjatkan doa bagi kita, dan seluruh anggota keluarga, sanak saudara dan kaum muslimin/muslimat.

Semoga berguna, wassalammualaikum wrwb.

Ketika subuh sudah menjadi terang di Sawangan, Depok. 20 Juni 2015

Putty bermain di laut belitung

Putty mandi dan terjun di laut belitung

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.